Golkar: Mahathir Bekerja Nyata, Tak Bisa Dibandingkan Prabowo

0
14
Wasekjen Golkar Maman Abdurahman (Foto: dok. pribadi)

FI.CO, Jakarta – Koalisi oposisi Malaysia, Pakatan Harapan, yang dipimpin Mahathir Mohamad, menang di pemilu Malaysia. Kondisi ini memberikan angin segar bagi partai koalisi yang ada di Indonesia.

Wasekjen Golkar Maman Abdurahman mengatakan tak ada korelasi antara kemenangan Mahathir di Malaysia dengan Pilpres 2019. Menurutnya, ada perbedaan mendasar antara Indonesia dan Malaysia.

“Nggak ada korelasi, nggak relevan. Kenapa? Pertama, tingkat kompleksitas penduduk di Malaysia dan Indonesia saja berbeda. Jumlah penduduknya di Malaysia tak sebesar Indonesia,” kata Mamandikutip dari detikcom, Kamis (11/5).

Maman juga tak setuju bila Mahathir disebut mengalahkan petahana. Sebab, Mahathir sendiri pernah menjadi Perdana Menteri Malaysia selama 22 tahun sejak 1981. Dalam masa tersebut, Mahathir pun melakukan pembangunan di Malaysia. Maman melihat hal tersebut membuat Malaysia berkembang dan maju.

Kemenangan Mahathir atas PM Najib Razak pada Pemilu kali ini, lanjut dia, datang dari program-program menjanjikan yang ditawarkan kepada masyarakat Malaysia. Maman mengatakan jika oposisi pemerintah di Indonesia ingin dapat mengalahkan Jokowi perlu mencontoh jalan yang diambil Mahathir.

“Kemenangan Mahathir Mohamad adalah kemenangan yang betul-betul mengedepankan tawaran-tawaran program yang nyata dan tidak bisa dibandingkan apple to apple dengan kondisi di Indonesia. Dalam hal ini dengan Pak Prabowo,” ujarnya.

“Selama apa yang kitalakukanitubasisnya hal nyata, hal konstruktif, saya yakin tidak ada yang perlu diperhatikan. Karena yang jadi dasar kita bergerak adalah hal-hal yang berbau program dan karya nyata. Kan beda dengan teman di seberang sana yang apapun dilakukan pemerintah itu salah, Itu yang saya sayangkan,” sambung Maman.

Sebelumnya diberitakan, koalisi oposisi Pakatan Harapan pimpinan Mahathir Mohamad menang secara mengejutkan dalam pemilu ke-14 yang digelar Rabu (9/5). Mahathir, yang kini berusia 92 tahun, berhasil mengalahkan koalisi Barisan Nasional, yang kini berkuasa dan dipimpin Perdana Menteri Najib Razak.

LEAVE A REPLY