Gerindra Tawarkan Kursi Menteri, Demokrat: SBY Bukan ‘Yes Man’

0
16
Foto: Ketum PD SBY

FI.CO, Jakarta – Partai Gerindra menawarkan jatah kursi menteri ke Partai Demokrat dan PKB bila bersedia bergabung dengan Koalisi Keummatan.

Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik menekankan, partainya bukanlah partai yang mengejar kursi kabinet.

“Secara prinsipil, harus ditekankan, PD bukan Partai yang mengejar-ngejar kursi kabinet,” kata Rachland, dikutip dari detikcom, Senin (4/6).

Rachland mengatakan kursi kekuasaan hanyalah konsekuensi dari kesepakatan membentuk koalisi. Namun, dasar membentuk koalisi adalah kesamaan pandangan, platform dan pembagian peran.

“Semua harus berlangsung dalam kesejajaran dan mutual respect. Kalau cuma bagi-bagi kursi dengan syarat partai kami harus ikut saja pada apa yang sudah ditetapkan secara sepihak, pintu kami tertutup,” tegasnya.

Menurut Rachland, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga pasti akan menolak tawaran jatah kursi menteri sebagai iming-iming koalisi di Pilpres 2019. SBY disebutnya sebagai tokoh yang mengutamakan kepentingan negara dan rakyat daripada sekedar kursi kabinet.

“Pak SBY bukan Yes Man. Beliau Presiden RI ke 6 dua periode dengan keberhasilan yang nyata dirasakan rakyat,” ujar Rachland.

Sebelumnya, Partai Gerindra berencana mengajak Partai Demokrat (PD) dan PKB gabung dengan koalisi keummatan yang didorong Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab. Waketum Gerindra Fadli Zon pun menawarkan jatah kursi menteri ke dua parpol itu.

“Dengan PAN dengan PKS saya kira sudah bagus, sudah semakin solid. Nanti Insyaallah tentu kita harus dengan Demokrat kita ajak bicara, dengan PKB juga dengan yang lain,” kata Fadli di Gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/6).

Salah satu tawaran politik yang mungkin diberikan ialah jatah menteri di kabinet bila Koalisi Keummatan berjaya. Menurut Fadli, tawaran soal menteri merupakan lobi-lobi yang wajar dalam rangka power sharing.

“Biasalah itu power sharing, tidak mungkin sendirian tidak mungkin hanya ada satu yang untung. Semua harus win-win,” sebut Wakil Ketua DPR itu.

LEAVE A REPLY