Butuh 800 Milyar:

0
38
Sekda Trenggalek dan jajaran Ditjen Hubla,dinas kelautan dan perikanan Jatim dan KKP Prigi dalam FGD terkait rencana pembangunan pelabuhan perintid di teluk Prigi ( foto:bag humas setda trenggalek)

Pembangunan Pelabuhan Perintis di Prigi – Trenggalek

FI.CO, Trenggalek – Soal rencana pembangunan pelabuhan di Trenggalek terus dimatangkan.Pelabuhan ini digadang-gadang mampu memicu pertumbuhan ekonomi, pun demikian penjagaan keamanan perlu ditingkatkan. Selatan Trenggalek laut bebas,barang haram jangan bebas masuk.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mendukung rencana proyek nasional membangun pelabuhan pelayaran perintis di Teluk Prigi, karena dinilai akan memacu pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir tersebut.

“Karena ini proyek nasional dan ada tujuan jangka panjang yang baik untuk masyarakat, tentu hal ini harus didukung,” kata Plt Sekda Trenggalek Kusprigianto di Trenggalek,pada 25 Mei lalu ,seperti dilansir antara

Sosialisasi rencana pembangunan pelabuhan kini terus dilakukan. Salah satu yang sudah dijalani adalah kegiatan “focus group discussion” bersama jajaran Ditjen Perhubungan Laut, ASDP (angkutan sungai dan pelayaran), serta lintasi standing terkait.

“FGD dan sosialiasi yang lain bertujuan untuk memberikan pemahaman yang utuh terkait rencana pbangunan pelabuhan pelayaran perintis di Prigi,” katanya.

Menurut Kusprigianto, Pemkab antusias menyambut proyek pelabuhan perintis itu karena melihat potensi ekonomi dalam program tersebut.Selain distribusi ekonomi dan matang kian lancar dan murah, pelabuhan perintis akan membuat kesejahteraan masyarakat di pesisir utara dengan selatan lebih merata.

“Pelabuhan Prigi dapat menjadi akses ekonomi di wilayah Selatan, mengingat sumber daya alam yang mayoritas berada di wilayah Selatan Jawa akan tetapi pengiriman hasil sumber daya tersebut masih berkumpul di wilayah Utara,” kata Kusprigianto.

Sementara itu, Kabid Perhubungan Laut dan LLASDP Dishub Jatim Nyono mengatakan bahwa pembangunan Pelabuhan Prigi sebagai rencana strategis pembangunan Nasional diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pusat-pusat ekonomi baru, serta mengirangi disparitas antara wilayah selatan dengan utara Jawa.

“Dari pemerintah kami berusaha untuk tetap dilaksanakan. Tetapi memang ada beberapa masyarakat nelayan yang khawatir jika akses dari pembangunan ini mempengaruhi kehidupan mereka,” ucap Nyono.

Untuk itu, menurutnya, terkait penolakan dari beberapa masyarakat pemerintah provinsi telah berkomitmen untuk memberikan fasilitas bagi masyarakat nelayan yang terdampak oleh pembangunan maupun operasional dari Pelabuhan Prigi tersebut.

“Nanti kami akan tetap sosialisasi terus, kita komitmen dengan Forpimda Trenggalek, bahwa ini adalah program pemerintah yang untuk menyejahterakan masyarakat, bukan untuk menyengsarakan masyarakat nelayan. Tidak. Kami punya komitmen untuk membantu nelayan, apa yang bisa kami bantu tentunya sesaui dengan tupoksi kami,” kata Nyono saat melakukan kunjungan kerja di Pelabuhan Prigi Trenggalek.

Pembangunan pelabuhan di kawasan selatan Jatim ini diperkirakan membutuhkan investasi senilai 80 miliar. tulis republika

Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim, Wahid Wahyudi, mengatakan, pembangunan pelabuhan Prigi akan mempersempit ketimpangan perkembangan daerah-daerah di Jatim. Selama ini, kawasan selatan Jatim belum memiliki pelabuhan besar untuk mendistribusikan produk daerah sekitarnya.

“Wilayah selatan potensinya sangat besar, ada perikanan, pertambangan, perkebunan. Di sana itu belum berkembang karena infrastrukturnya belum memadai. Oleh karena itu, di kawasan selatan perlu dibangun pelabuhan-pelabuhan untuk mengangkut hasil-hasil di wilayah selatan untuk dipasarkan,” kata dia, di Surabaya,beberapa waktu lalu.

Selama ini, distribusi produk dari daerah pesisir selatan dilakukan melalui jalur darat ke Pelabuhan Tanjung Perak untuk dipasarkan ke wilayah Indonesia timur. Hal ini memakan biaya cukup besar dan waktu yang kurang efisien.

Wahid mencontohkan, Kabupaten Pacitan memiliki potensi batu gamping sebagai bahan baku semen. Selama ini batu gamping diangkut dari Pacitan ke Surabaya melalui jalur darat yang memakan biaya mencapai  750 ribu sekali angkut. Jika dibandingkan ongkos angkut bahan baku semen dari Vietnam ke Surabaya hanya sekitar 150 ribu.

Menurutnya, di kawasan Prigi Trenggalek terdapat lokasi yang dinilai sangat layak karena tidak membutuhkan penahan gelombang. Lahan di lokasi tersebut sangat mendukung untuk dibangun pelabuhan.

Saat ini, Pemprov telah menyelesaikan sejumlah kajian, seperti studi kelayakan (feasibility study), Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), Detail Engineering Design (DED), serta Rencana Induk Pelabuhan.

Pemprov juga telah berupaya memasukkan rencana pembangunan Pelabuhan Prigi ke dalam Rencana Induk Pelabuhan Nasional, dan telah disetujui oleh Dirjen Perhubungan Laut.  Pembangunan pelabuhan ini direncanakan dibangun secara bertahap. (red-dari berbagai sumber)

* Artikel ini juga dimuat pada Forum Indonesia cetak

SHARE
Previous articleDisahkan Tapi Perlu Definisi
Next articleJelang Lebaran:

LEAVE A REPLY