Dugaan Mark Up Proyek :

0
37
Ketua DPC  Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 Bantaeng, Andi Sofiyan Yacub

LSM LAKI Laporankan ke Kejaksaan Proyek Revitalisasi SD

FI.CO, Bantaeng – Setelah membeberkan sejumlah proyek APBD dan APBN yang bermasalah di kabupaten Bantaeng, Laskar Anti Korupsi pejuang 45 kembali menyiapkan laporan pengaduan kepada Kejaksaan terkait anggaran revitalisasi SDN 40 Lumpangan  tahun 2017.

Ketua DPC Laskar Anti Korupsi pejuang 45 Bantaeng, Andi Sofiyan menjelaskan, adanya dugaan ketidak patutan terhadap pelaksanaan paket pekerjaan revitalisasi ruang kelas SDN 40 Lumpangan, desa Biangkeke, kecamatan Pa’jukukang.

Sebesar  1,4 miliar.” Kami menduga pengerjaan tidak sesuai spek, makanya kami akan laporak ke Kejaksaan Bantaeng,” katanya, pada 26 Mei lalu.

Menurut Andi Sofiyan anggaran sebesar 1,4 miliar dengan sistem swakelola yang melibatkan komite dan guru itu diduga terjadi mark up. Oleh karena itu, kata dia, pihak lembaga penegak hukum terkait bisa jeli dalam meyikapi setiap laporan dugaan korupsi yang dilaporkan.

Karena anggaran APBN tersebut sangatlah besar nilainya. Dan barang tentu dalam spek dan bisteknya harus di utamakan sesuai acuan yang ada,jangan sampai ada pengurangan kualitas.

Saat wartawan mencoba konfirmasi langsung ke Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bantaeng, Andi Aqil sejumlah pegawainya mengatakan bahwa pimpinannya sedang berdinas luar daerah. (samsudin)

* Artikel ini juga dimuat pada Forum Indonesia cetak

LEAVE A REPLY