Stok Beras Aman:

0
20

Bulog Punya 1,3 Juta Ton

FI.CO – Perum Bulog memastikan stok beras tetap aman selama periode Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1439 mendatang.

Hal ini diungkapan oleh Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Bulog, Karyawan Gunarso saat meninjau langsung Pergudangan Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten di Jakarta pada  24 Mei lalu,

“Stok beras yang dimiliki Bulog saat ini adalah sebesar 1,3 juta ton. Ini sudah cukup memenuhi kebutuhan selama Ramadhan dan sampai Lebaran nanti, bahkan prediksi kami ini lebih dari cukup. Masyarakat tidak perlu khawatir, kami pastikan stok aman,” katanya melalui siaran pers.

Ia menegaskan, untuk memastikan keamanan stok Ramadhan dan lebaran, Bulog saat ini tercatat memiliki 1.600 gudang yang tersebar di seluruh Indonesia dengan total kapasitas mencapai empat juta ton. Tidak hanya di wilayah perkotaan dan pedesaan, keberadaan gudang-gudang Bulog juga menjangkau area perbatasan.

Untuk tahun 2018, Bulog memiliki target pengadaan 2,7 juta ton setara beras. Pengadaan Bulog dari dalam negeri hingga 23 Mei 2018 telah mencapai 800 ribu ton setara beras, sedangkan realisasi impor beras telah mencapai 533 ribu ton. Adapun stok beras yang dimiliki Bulog adalah sebesar 1,3 juta ton per 23 Mei 2018.

Selain mengemban peran menjaga ketersediaan stok, Bulog juga mengemban peran dalam menstabilkan harga. Guna mendukung kelancaran tugas tersebut, Bulog telah menetapkan tiga strategi utama. Pertama, menjamin ketersediaan beras di gudang-gudang yang dimiliki saat ini.

Kedua, dalam stabilisasi harga, Bulog melakukan penyebaran dan distribusi beras langsung door to door ke konsumen baik di pemukiman konsumen atau ke lokasi konsumen yang terdekat yang dilakukan dengan memanfaatkan riteler binaan perusahaan.

“Yang menjadi penyalur utama adalah retailer-retailer atau pedagang-pedagang kami yang tersebar di 82 kabupaten /kota. Selain itu kami punya Rumah Pangan Kita (RPK) yang tercatat ada 40 ribu RPK, ini sangat membantu kami dalam mencapai target ataupun sasaran dalam menstabilkan harga,” ungkap Gunarso.

Selain itu, Bulog juga memanfaatkan sinergi dengan BUMN pangan melalui agen-agen dan riteler menjadi outlet-outlet dalam menjual beras dengan harga yang ditetapkan.

“Ketiga, Bulog juga menjalin kerja sama dengan Kementerian dan Lembaga seperti dengan Kepolisian Republika Indonesia, Tentara Nasional Indonesia untuk menjadi tempat atau outlet untuk menjual beras sehingga lebih dekat dengan masyarakat,” kata dia.

Gunarso menambahkan, selain beras, stok pangan pokok lainnya yang dimiliki Bulog antara lain gula pasir sebanyak 176 ribu ton, daging kerbau sebanyak 4 ribu ton, jagung 245 ton, tepung terigu 789 ton, dan minyak goreng sebanyak 5,3 juta liter.”Selain itu, kami tetap melaksanakan penugasan lemerintah dalam menyalurkan Bansos Rastra dan penyaluran cadangan beras pemerintah di seluruh Indonesia,” katanya.

Realisasi Penyaluran Bansos Rastra hingga 23 Mei 2018 telah mencapai 625 ribu ton atau 97,13 persen dari surat perintah penyaluran per bulan Mei 2018. Penyaluran cadangan beras pemerintah yang dilakukan oleh Bulog telah mencapai 305 ribu ton.

Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Wahyu Kuncoro mengatakan, pemerintah menyambut baik langkah Perum Bulog yang berhasil memastikan bahwa stok beras tetap aman selama periode Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri 1439 mendatang.

Ia pun mengapresiasi upaya Bulog dan terus memantau agar stok beras aman selama Ramadhan dan Lebaran 2018. Begitu juga dengan kestabilan harga.”Kami terus mendorong agar Bulog dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan dapat melayani kebutuhan masyarakat sampai ke pelosok,” kata Wahyu.

Dari Tulungagung dilaporkan,jelang lebaran, stok beras di Bulog Tulungagung dipastikan aman. Bahkan hingga 8 bulan kedepan.

Kasub Divre Bulog Tulungagung, Krisna Murtianto mengatakan bahwa stok beras di bulog Tulungagung aman, bahkan diprediksi berpengaruh positif terhadap kestabilan harga sembako menjelang lebaran 2017. “Hingga saat ini kondisi harga beras di 4 wilayah naungan bulog Tulungagung terkendali,” jelasnya.seperti dilansir swarajatim

Ia menambahkan, Kabupaten seperti di Trenggalek, Tulungagung,  Kabupaten Blitar dan Kota Blitar belum ada gejolak harga beras di pasaran.Bahkan, dirinya memastikan bahwa kondisi  stok beras yang terdapat di 5 gudang bulog mencapai sekitar 23 ribu ton beras.

“Saat ini harga beras yang beredar di pasaran masih stabil, dibanding tahun kemarin, ketika menjelang lebaran beberapa harga sembako termasuk beras mengalami gejolak,” imbuhnya. Menjelang bulan Ramadhan, Bulog Divre Malang memastikan ketersediaan beras hingga beberapa bulan ke depan aman.

Hal ini disampaikan Kepala Bulog Sub Divre VII Bulog Malang, Fachria Latuconsina yang mengungkapkan stok beras di Bulog mencapai mencapai 5.800 ton beras.”Untuk stok beras menjelang Ramadan mencukupi,” jelas Fachria, pada awap maret lalu sepeti dikutip saat okezone,

“Masyarakat tak perlu khawatir stok kami mencukupi hingga lima bulan ke depan,” ungkapnya kembali. Bulog juga menyiapkan operasi pasar melalui distributor menggunakan beras cadangan pemerintah. Rencananya operasi pasar tersebut rencananya akan digelar pada 31 Mei dan 1 Juni 2018.”Operasi pasar akan kita laksanakan pada 31 Mei dan 1 Juni,” ungkapnya.

Pun demikian Madiun,Kepala Perum Bulog Subdivre IV Madiun Heriswan menyatakan stok beras yang tersimpan di gudang setempat saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan dan Lebaran tahun 2018. “Stok hingga saat ini sangat cukup. Stok yang ada di gudang mencapai 5.400 ton setara beras,” ujar Heriswan di Madiun, Rabu.

Menurut dia, stok beras yang mencapai 5.400 ton tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan dan bahkan hingga usai lebaran.

Pihaknya memastikan jumlah stok beras tersebut masih terus bertambah seiring upaya penyerapan gabah dan beras petani yang dilakukan oleh petugas Bulog setempat di wilayah kerjanya yang terdapat di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ngawi.

“Beras tersebut terlokasi di sejumlah gudang kami. Di antaranya di gudang Nambangan Kota Madiun, gudang Jeruk Gulung Kabupaten Madiun, dan gudang Keniten di Geneng Kabupaten Ngawi,” katanya.

“Melalui Satgas Bulog, RNI, serta PPI, Bulog sudah menggelontorkan beras sebanyak 8,3 ton ke sejumlah pasar di Kota Madiun. Di antaranya Pasar Besar, Pasar Sleko, dan Pasar Sri Jaya,” katanya.

Heriswan menambahkan, bersama tim Satgas Pangan Kota Madiun dan Dinas Perdagangan Kota Madiun, pihaknnya juga intensif memantau gejolak harga di pasaran selama bulan puasa dan lebaran berlangsung. Dari ujung timur pulau jawa terpantau,Kepala Bulog Sub Divre Banyuwangi, David Susanto mengatakan, dari stok yang ada tersebut juga untuk mempersiapkan Operasi Pasar (OP).

Sementara untuk harga beras jenis Premium sesuai HET pemerintah sebesar Rp 12.800 per kilogram, sedangkan di pasaran masih ada pedagang yang menjualnya Rp 11.500 per kilogram di bawah HET.“Stok beras premium di gudang Bulog Banyuwangi masih mencapai 1.200 ton,” ungkap David.

Dia meyakini, untuk persediaan beras di Banyuwangi selama bulan Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri dinilai masih aman. “Bulog Banyuwangi juga mensuplay beras sejumlah daerah seperti ke Madura, Bali, Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai ke Maluku, Sulawesi dan Gorontalo karena stok beras yang ada surplus,” papar David.

Dari Jawa Tengah dilaporkan,Perum Bulog Divre Jawa Tengah memastikan stok beras di Jawa Tengah aman dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan. Kepala Bulog Divre Jawa Tengah Djoni Nur Ashari mengatakan stok tersebut sangat cukup ditambah lagi penyerapan beras di beberapa wilayah seperti Pekalongan, Solo dan Pati.

Pihaknya juga akan melakukan operasi pasar jika terjadi gejolak kenaikan harga beras di 200 titik di Jawa Tengah.”setiap hari beras yang masuk ke gudang berkisar antara 1.300-1.500 ton,” katanya.

Djoni menambahkan sampai saat ini masih ada stok 65 ribu ton sehingga masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Tengah bahkan sampai 3 bulan kedepan karena penyerapannya masih terus berjalan.

Bahkan,Perum Bulog Regional Bulukumba memastikan stok beras menjelang bulan Ramadhan dan lebaran Idul Fitri 2018 dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Sulsel.

Hal ini di sampaikan Kepala Badan Urusan Logistik (bulog) Bulukumba Djabiruddin kepada wartawan di kantornya, Bulukumba,pada akhir April lalu. “Perum Bulog Regional Bulukumba memastikan stok beras menjelang bulan ramadhan dan lebaran Idul Fitri dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Provinsi Sulawesi Selatan bagian Selatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk bulan April ini perum Bulog Bulukumba sudah merealisasikan 4.900 ton beras. Djabiruddin juga memastikan akan ada penambahan jumlah pasokan beras sebanyak 15.000 ton beras dipenghujung bulan April nanti. “Penambahan beras sebanyak 15.000 ton tersebut dilakukan lantaran Bulukumba mengalami masa panen raya pada awal bulan mei nanti” jelasnya.

Djabiruddin memastikan jumlah stok beras Bulog akan aman hingga akhir Ramadhan nanti bahkan cukup untuk hari raya Idul Fitri 2018 dan bahkan sampai akhir tahun 2018.

Dari Bandung Jawa Barat seperti dilansir tempo, Wakil Kepala Divisi Regional Bulog Jawa Barat Gunadarma mengatakan stok beras sepanjang Ramadan hingga Lebaran nanti mencukupi. “Cadangan kita, ketahanan pangan di Jawa Barat itu untuk tujuh bulan ke depan aman,” katanya kepada Tempo melalui sambungan telepon, 21 Mei lalu.

Gunadarma menuturkan masyarakat di wilayah Jawa Barat tidak perlu mengkhawatirkan stok. “Jadi, untuk masyarakat Jawa Barat tidak perlu khawatir soal stok,” ucapnya.

Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan stok beras aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat semua kabupaten/kota se-DIY hingga Lebaran 2018 maupun setelahnya.

“Di sektor pertanian yang kami tangani itu, satu beras dan stoknya cukup banyak hasil panen kemarin, sehingga kami pastikan aman sampai Lebaran nanti,” kata Kepala Dinas Pertanian DIY Sasongko di Kabupaten Bantul, pada 12 Mei lalu kepada antara

Menurut dia, stok beras hasil panen petani di wilayah DIY pada April itu belum termasuk tambahan panen pada pertengahan Mei hingga awal Juli nanti sehingga stok beras semakin bertambah dan aman hingga setelah Lebaran. (red)

* Artikel ini juga dimuat pada Forum Indonesia cetak

LEAVE A REPLY