Warga Berebut Elpiji 3 Kg di Pasar Murah di Kudus

0
8
Foto Warga antre membeli elpiji 3 kg di pasar murah di Kudus

FI.CO, Kudus – Elpiji 3 kg mengalami kelangkaan di sejumlah tempat di Kabupaten Kudus. Bahkan harganya ada yang sampai Rp 24 ribu per tabung.

Karenanya, warga rebutan membeli elpiji 3 kg saat ada pasar murah yang digelar Polres Kudus, di Lapangan Rendeng, kecamatan kota, Rabu (6/6). Sebab di lokasi, polisi mendatangkan agen elpiji dengan harga murah.

Sejak Rabu pagi, warga memenuhi lokasi pasar murah. Termasuk mereka rela antre berpanas ria di pinggir truk pengangkut elpiji. Guna mendapatkan, elpiji 3 kg. Tua dan muda terlihat antre dalam barisan.

Munsirah, satu di antara warga yang mengantre elpiji, mengaku saat ini tidak gampang mendapatkan gas elpiji 3 kg. “Gas elpiji memang kalau mau Lebaran agak susah, harganya juga mahal,” kata warga Desa Purworejo, Kecamatan Bae, di lokasi.

Di wilayahnya, harga gas 3 kg bisa sampai Rp 24 ribu-25 ribu per tabung. Karenanya, dia langsung ke lokasi pasar murah. Sebab di lokasi itu, dijual elpiji 3 kg. “Harganya elpiji di pasar murah hanya Rp 16 ribu per tabung. Menghemat sekali,” tandasnya.

Agus, warga Desa Pedawang, Kecamatan Bae, Kudus, terlihat antre dalam barisan. Dia membawa dua tabung elpiji 3 kg. “Kalau tidak di pasar murah, saya beli gas 3 kg sampai Rp 20 ribu harganya,” ujar pria usia 38 tahun ini.

Dia juga sengaja membeli elpiji 3 kg sebanyak 2 tabung. Sebab dari penyelenggara, tidak membatasi pembelian elpiji. “Tadi saya sudah tanya. Katanya tidak dibatasi,” ucapnya.

Baidhon, pengurus agen PT Lentera Jaya Migas Kudus selaku pihak elpiji yang didatangkan menjelaskan, ada 270 tabung yang disediakan. “Jumlah 270 tabung harus dihabiskan hari ini,” kata Baidhon di lokasi.

Kegiatan dalam rangka HUT Bhayangkara ke-72 oleh Polres Kudus. Pasar murah yang dilakukan di piperuntukan bagi masyarakat umum. Adapun barang yang dijual dalam pasar murah, sembako seperti beras Rp 40 ribu per 5 kilogram, gula pasir Rp 9 ribu per kilogram, telur Rp 17 ribu per kilogram, minyak goreng Rp 11 ribu per liter serta gas 3 kg Rp 16 ribu.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning saat membuka pasar murah mengatakan Polres Kudus bekerja sama dengan instansi terkait serta Bhayangkari Cabang Kudus menggelar bazar murah ini dalam rangka HUT Bhayangkara Ke-72.

Harga yang dijual di bazar seperti sembako ini lebih miring atau murah dari harga pasaran, dengan tujuan bisa mengimbangi kebutuhan sembako yang tinggi menjelang Lebaran.

“Sembako ini memang harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan harga pasar sehingga bisa membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran,” ujarnya.

Selain itu, Polres Kudus melalui Sat Reskrim juga tetap memantau harga-harga sembako di pasar tradisional maupun modern. “Kita pastikan menjelang Lebaran nantinya harga sembako tetap stabil, tidak ada lonjakan kenaikan harga yang cukup signifikan,” tutupnya.

LEAVE A REPLY