Buka Puasa di Gereja, Bupati Jember: Ini Kerukunan Umat Beragama

0
22
Foto: Istimewa

FI.CO, Jember – Bupati Jember dr Faida meresmikan renovasi Gereja Katolik Santo Yusuf yang berada di Jalan Kartini. Selain itu, Faida juga memanfaatkan momen tersebut untuk buka puasa bersama.

“Ini suatu sejarah, pertama kali ada buka puasa di gereja, dan disediakan makanan buka oleh gereja,” kata Faida, Jumat (8/6).

Menurut Faida, buka puasa ini menandakan kerukunan umat beragama di Jember luar biasa. Antarumat beragama saling menghormati dan saling menjaga. Mengenai keimanan, lanjut Faida, merupakan urusan manusia dengan tuhannya. Keimanan merupakan sesuatu yang tidak bisa dipaksakan.

“Orang yang beriman bukan berbeda. Bukan tidak bisa bersaudara dan bukan tidak bisa bekerja sama,” terangnya. Faida mengungkapkan, Jember punya aset yang luar biasa, yakni Gereja Katolik tertua di Kabupaten Jember. Gereja yang berdiri sejak Indonesia merdeka ini perlu dirawat bersama-sama.

Gereja ini diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata religius. Bisa terbuka untuk umum, dengan sejarahnya yang panjang. Ini akan membuktikan kerukunan umat beragama di Jember terjaga.

Peresmian renovasi yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila ke-73, diharapkan menjadi menjadi warna penyemangat untuk menjadi lebih baik.

Faidan juga memberikan apresiasi karena pembangunan gereja merespon pesan Pemerintah Kabupaten Jember dengan menjadi contoh gereja yang inklusi, yang menyiapkan akses bagi difabel. Peresmian yang bertepatan pada Bulan Ramadan menjadi suatu isyarat untuk saling menjaga.

Mgr. Yang mulia (monsinyur) Henricus Pidyarto Gunawan O.Carm menyampaikan terima kasih kepada bupati dan Forkompimda. “Umat Katolik bergembira karena gedung gereja sudah direnovasi, gereja diperindah supaya umat gereja semakin betah,” ucapnya.

“Indahnya gedung tidak menjamin. Lebih penting indahnya hati. Kalau hati suci, hati sungguh-sungguh memuji tuhan, dan mengabdi sesama masyarakat dan negara dengan sepenuh hati,” tambahnya.

Dukungan pejabat pemerintah juga dirasakan bagi umat Katolik. Umat Katolik merasa diterima oleh pemerintah. Karena itu, Gereja Katolik selalu mendukung pemerintah, mendukung pengamalan Pancasila sebagai dasar NKRI.

Ia juga mengimbau umat Katolik juga ikut terlibat dalam kehidupan masyarakat. “Tidak memisahkan diri, tetapi terlibat menjadi warga Indonesia yang baik,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY