Kepergok Hendak Curi Kotak Amal Masjid, Dua Remaja Dimassa

0
29
Polisi kesulitan mengamankan dua remaja yang terlanjur menjadi bulan-bulanan warga.

FI.CO, Pasuruan – Dua remaja dihajar warga karena kepergok hendak mencuri kotak amal masjid. Beruntung aksi main hakim warga yang sudah kalap ini diketahui polisi.

Peristiwa ini terjadi di desa Kepuh kecamatan Kejayan kabupaten Pasuruan, Jumat (8/6) siang. Aksi bermula saat salah seorang warga mengetahui dua remaja yang diketahui berinisial SH (15) dan I (17) hendak mencuri kotak amal masjid desa setempat.

Mengetahui aksi tersebut, warga sontak berteriak ‘maling’ dan memanggil warga yang lain. Tak butuh waktu lama, puluhan orang dengan segera berkumpul ke lokasi. Dua remaja asal Desa Kedungpengaron Kecamatan Kejayan itu pun menjadi bulan-bulanan warga sembari dibawa ke kantor desa.

Beruntung, aksi tersebut diketahui aparat Polsek Kejayan. Tetapi bukan perkara mudah untuk menghentikan aksi main hakim sendiri warga. Petugas harus berjibaku menerobos kerumunan untuk menyelamatkan kedua remaja tersebut. Namun warga kadung beringas sehingga petugas kesulitan.

Untuk membubarkan warga, petugas terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Setelah warga menyibak, petugas lalu mengamankan dua remaja dekil tersebut ke mobil patroli dan dibawa ke Mapolsek Kejayan.

Kepala Desa Keluh Zamzami Nur yang mengetahui aksi warganya mengaku tak bisa berbuat banyak. Ia mengatakan kemarahan warga dipicu karena seringnya terjadi pencurian inventaris desa dan masjid.

Menurut Zamzami, warga menyakini dua remaja tersebut pelaku sama yang selama ini beraksi di desanya.

“Di sini sangat sering terjadi, mulai komputer di kantor desa, mesin amplop dan kotak amal. Itu yang menyebabkan warga marah,” kata Zamzami, dikutip dari detikcom, Jumat (8/6).

Saat ini kedua remaja tersebut menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kejayan. Kapolsek Kejayan AKP Sumariyanto mengaku setelah pihaknya akan berusaha menyelesaikan perkara tersebut di jalur kekeluargaan.

“Pertama ini karena terduga ini masih di bawah umur. Sementara kejaksaan juga libur. Kami tadi sudah konsultasi ke Reskrim dan diharapkan bisa diselesaikan dengan kekeluargaan,” terang Sumariyanto.

Menurutnya, para sesepuh desa Kepuh juga berharap perkara tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Namun karena warga terlanjur marah maka terjadilah amuk massa sehingga polisi harus mengamankan dua remaja tersebut.

“Saat ini keluarga terduga pelaku sedang sowan ke sesepuh Desa Kepuh, meminta maaf dan berharap kasus anaknya bisa selesai. Besok saya akan undang semua pihak bagaimana baiknya. Saya sendiri berharap bisa selesai dengan kekeluargaan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY