Polisi Tangkap Pemilik Situs Porno dan Muncikari

0
43
Jumpa pers soal penangkapan dua tersangka terkait situs porno yang menjajakan prostitusi. (Istimewa)

FI.CO, Jakarta РDirektorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap NMH (34) dan EDL (29) pemilik situs serta muncikarinya pada 25 Mei 2018. Dari situs itu, muncikari menjual wanita dengan umur 18 tahun sebagai pekerja seks komersil (PSK).

Kepala Subdirektorat 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Dani Kustoni mengatakan, NMH pemilik situs www.len****.org, berkonten pornografi yang menjual PSK dibawah umur ini dibantu oleh EDL sebagai muncikarinya. Dari website ini, NMH mendapat penghasilan dalam kurun waktu 3 bulan sebesar Rp 108 juta.

“NMH yang bersangkutan membuat website ini dari tahun 2012, keuntunganya dari iklan-iklan yang dipajang sifatnya pornografi. Penghasilan setiap 3 bulan 108 juta tiap 3 bulan untuk menyiapkan website berkaitan pronografi,” kata Dani kepada wartawan, Jumat (8/6).

Tersangka NMH ditangkap di Jember sedangkan muncikarinya EDL ditangkap di Jakarta. EDL berperan sebagai mucikari dengan menawarkan wanita penghibur yang berumur 18 tahun atau dibawah 20 tahun dengan tarif mulai dari 800 ribu hingga 1 juta.

Untuk mucikari sendiri, dikatakan Dhani, pembagian uang hasil mucikari maupun PSK dibagi rata antara mucikari dengan PSK. Dari website itu, sang mucikari bisa mencari pelanggan dari member-member yang tergabung dalam website itu, setelah itu mereka bisa melakukan transaksi di website itu.

“Baik mucikari eksploitasi anak-anak atau dewasa kurang lebih keuntungan yang bersangkutan peroleh dalam 3 bulan yakni Rp 116 juta” imbuhnya.

Dani mengatakan, dalam website itu tersedia cerita-cerita dan foto berkonten pornografi hingga mucikari yang menjajakan PSK. Setidaknya ada 150 ribu anggota di dalam website itu.

“Kronologisnya kita patroli cyber kita temukan website, melihat, menyiapkan konten pornografi, baik cerita dewasa, gambar pornografi dan ada forum-forum kurang lebih 150 ribu anggota dan ada link-link mucikari yang mengeksploitasi PSK, Pornografi dan menawarkan anak dibawah umur. Kita cek dan kita lakukan penindakan dan betul kita ungkap di Jakarta betul terjadi eksplotiasi dilakukan oleh tersangka EDL,” kata Dani.

Dani mengatakan, polisi tetap menyelidiki kasus itu, apakah nanti ditemukan mucikari lainnya atau tidak. Sementara ini, ada 4 orang wanita berumur 18 tahun yang menjadi PSK dengan mucikari tersangka EDL yang saat ini berstatus saksi.

Atas perbuatannya, NMH dikenakan Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5, dan Pasal 10 Undang Undang Nomor 8/2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan juga Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan Pasal 29 J0 Pasal 4 ayat (1) dan Pasal 30 J0 Pasal 4 ayat (2) Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman penjara 20 tahun dan denda paling banyak Rp 10 Miliyar

“Kalau EDL kita kenakan tidnak pidana perdagangan orang eksploitasi seksual, Pasal 2 UU Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Sanksi hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 6 Miliyar,” sambungnya.

LEAVE A REPLY