Prodi Khusus Perkeretaapian Dibuka di Politeknik Negeri Madiun

0
48
Menristekdikti, Mohamad Nasir, menjawab pertanyaan wartawan di PT Inka Kota Madiun, Jumat (8/6) siang

FI.CO, Madiun – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi akan membangun pusat pengembangan kereta api Indonesia di Politeknik Negeri Madiun (PNM) di Kota Madiun. Salah satunya yaitu dengan membuka program studi baru yang fokus mempelajari tentang perkeretaapian.

Hal itu dikatakan Menristedikti, Mohamad Nasir, seusai menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Direktur Politeknik Negeri Madiun, M. Fajar Subkhan, dan Direktur Utama PT Inka, Budi Noviantoro, di aula PT Inka di Kota Madiun, Jumat (8/6) siang kemarin.

Menristekdikti menyampaikan kerjasama ini merupakan langkah maju yaitu menggabungkan dunia pendidikan dan dunia industri. Kerjasama antara PNM dan PT Inka ini tentu menjadi penting setelah melihat kebutuhan di industri dan pengembangan sumber daya manusia.

“Kerjasama antara PNM dan PT Inka. Dua-duanya ini sangat penting terkait pengembangan pendidikan dan kebutuhan industri. Yang sekarang sedang digalakan pemerintah. Di bawah Kementerian BUMN yang menggordinasi dalam penggunaan industrinya dan kami dalam pelatihan SDM di-link-kan menjadi satu,” jelas Nasir.

Setelah penandatanganan MoU ini, kata dia, nantinya Politeknik Negeri Madiun sudah bisa membuka program studi baru tentang perkeretaapian.

Konsentrasi pendidikan dalam program studi ini nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan perkeretapian seperti persinyalan, gerbong, rel, dan lainnya yang terkait perekerataapian.

Dia berharap dengan adanya program studi baru di PNM ini akan menjadikan Madiun menjadi pusat pengembangan kereta api Indonesia. Yaitu mulai pengembangan sumber daya manusia hingga industri pengembangan kereta api ada di Madiun.

“Ini sudah mulai. Tahun 2018 harapannya sudah mulai penerimaan mahasiswa baru. Politeknik Negeri Madiun ini nantinya akan didukung perguruan tinggi lain seperti UNS, ITS, ITB, Undip, dan UI untuk pengembangan risetnya,” jelas dia.

Mengenai pendidik yang akan mengajar tentang perkeretaapian di PNM, Nasir menjelaskan akan mengambil praktisi dari PT Inka. SDM di PT Inka yang expertdi bidang perkeretaapian ada 142 orang. Nantinya mereka bisa menjadi dosen di Politeknik Negeri Madiun.

Untuk SDM  PT Inka yang latar belakang pendidikannya masih D3 atau S1 nantinya akan mengikuti Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). RPL ini merupakan proses pengakuan atau capaian pembelajaran seseorang yang diperoleh melalui pendidikan formal maupun non-formal dam atau pengalaman kerja ke dalam pendidikan formal.

“Pengajar tersebut nantinya juga akan mendapatkan Nomor Induk Dosen Khusus. Akan ada kualifikasi berdasarkan kemampuannya. Kalau ada yang setara S2 akan mendapatkan kualifikasi S2, S3 ya S3,” terang dia.

Direktur Utama PT Inka, Budi Noviantoro, mengatakan kerja sama antara PT Inka dan PNM ini menjadi sejarah baru bagi dunia perindustrian Indonesia. Salah satu manfaat dari kerjasama ini yaitu penyiapan SDM yang fokus pada perkeretaapian.

Menteri BUMN, Rini Soemarno, mengatakan kerjasama ini dilaksanakan dengan tujuan mewujudkan link and match serta untuk saling menunjang tugas kelembagaan masing-masing.

PT Inka sebagai industri manufaktur sarana perkeretapian dan Politeknik Negeri Madiun sebagai institusi pendidikan yang menyiapkan tenaga terampil dan ahli di bidang manufaktur kereta api.

LEAVE A REPLY