5 Insiden Perkelahian Terburuk Sepanjang Sejarah Piala Dunia

0
12

FI.CO,Jakarta- Piala Dunia jadi puncak persaingan paling bergengsi dalam olahraga sepak bola. Seluruh kontestan kerap memberikan penampilan terbaik namun terkadang duel yang terjadi berujung perkelahian antarpemain.

Tensi pertandingan yang tinggi hingga keputusan wasit yang kontroversial kerap mendorong terjadinya insiden pertikaian di lapangan.

Berikut lima insiden perkelahian terburuk dalam Piala Dunia:

1. Peru vs Rumania (Grup 3 Piala Dunia 1930)

Gelandang yang juga kapten timnas Peru, Placido Galindo, menjadi pemain pertama yang dikeluarkan dari pertandingan dalam sejarah Piala Dunia.

Ia terlibat dalam perkelahian ketika pertandingan Peru melawan Romania di Grup 2 Piala Dunia 1930. Wasit asal Chile, Alberto Warnken mengusir Galindo di menit ke-70.

Peru kini tergabung di Grup C bersama Prancis, Denmark, dan Australia.Peru kini tergabung di Grup C bersama Prancis, Denmark, dan Australia. (TT News Agency/Pontus Lundahl via REUTERS)

Galindo terlibat serangkaian perkelahian dalam pertandingan yang berlangsung emosional, bahkan ia sampai mematahkan kaki bek Rumania, Adalbert Steiner. Pada pertandingan itu, Peru harus mengakui kekalahan 1-3 atas Rumania.

2. Brasil vs Cekoslowakia (Perempat Final Piala Dunia 1938)

Brasil bertemu Cekoslowakia di babak perempat final Piala Dunia 1938 di Prancis. Pertandingan yang dijuluki Battle of Bordeaux ini diwarnai permainan brutal kedua tim, serangkaian perkelahian terjadi sepanjang pertandingan.

Dua pemain Brasil, Machado dan Zeze Procopio, serta satu pemain Cekoslovakia, Jan Riha dikeluarkan oleh wasit. Insiden itu menjadi pertama kalinya tiga pemain dikeluarkan pada sebuah pertandingan dalam sejarah Piala Dunia.

Timnas Brasil salah satu kandidat juara Piala Dunia 2018.Foto: REUTERS/Heinz-Peter Bader
Timnas Brasil salah satu kandidat juara Piala Dunia 2018.

Pemain Hungaria Frantisek Planicka dan Oldrich Nejedly mengalami patah lengan kanan, Josef Kostalek mengalami cedera di bagian perut. Di kubu Brasil, Leonidas dan Peracio juga mengalami cedera akibat permainan keras kedua tim.

Pertandingan berakhir sama kuat 1-1 hingga babak pertambahan waktu. Merujuk pada regulasi pada saat itu, Brasil dan Cekoslowakia harus melangsungkan pertandingan ulang dua hari setelahnya.

Karena beberapa pemainnya mengalami cedera, kedua tim menurunkan sejumlah pemain cadangan di pertandingan kedua. Pada akhirnya Brasil menang dengan skor 2-1 atas Cekoslowakia.

2. Hungaria vs Brasil (Perempat final Piala Dunia 1954)

Pertandingan Hungaria melawan Brasil di perempat final Piala Dunia 1954 di Stadion Berne, Swiss dijuluki dengan Battle of Berne. Berlangsung di tengah guyuran hujan deras, pertandingan diwarnai serangkaian perkelahian yang melibatkan kedua tim. Paruh pertama ditutup dengan skor 2-1 untuk Hungaria.

Pemberian penalti kepada Hungaria di babak kedua memicu beberapa jurnalis Brasil mencoba menginvasi lapangan yang pada akhirnya harus diamankan oleh polisi.

Baru 12 detik pertandingan berlangsung pelanggaran keras sudah terjadi. Pelanggaran keras terus terjadi sepanjang pertandingan. Tidak jarang pemain terlibat adu pukul. Bahkan, pemain Italia Giorgio Ferrini yang diusir wasit harus dipaksa keluar oleh polisi karena menolak meninggalkan lapangan. Tensi pertandingan terus meningkat sepanjang babak kedua. Gelandang Hungaria, Jozsef Bozsik dan bek Brasil, Nilton Santos dikeluarkan oleh wasit setelah terlibat perkelahian di menit ke-71.

Tak lama berselang, wasit Arthur Ellis dari Inggris kembali mengeluarkan pemain dari lapangan setelah pemain Brasil, Humberto Tozzi menendang Gyula Lorant di menit ke-79. Perkelahian kedua tim bahkan berlanjut hingga ke ruang ganti setelah pertandingan usai dengan kemenangan Hungaria 4-2 atas Brasil.

3. Italia vs Chile (Grup 2 Piala Dunia 1962)

Battle of Santiago adalah julukan untuk pertandingan antara Italia melawan Chile di fase Grup 2 Piala Dunia 1962 di Estadio Nacional Santiago.

Tensi panas kedua tim bahkan telah dirasakan sebelum pertandingan setelah dua wartawan Italia mengkritisi persiapan Chile yang buruk sebagai tuan tumah Piala Dunia 1962. Hal itu memicu sentimen negatif terhadap Italia yang memuncak pada pertandingan Italia melawan Chile.

Italia bermain dengan sembilan pemain melawan sebelas pemain Chile. Pertandingan dimenangkan oleh Chile dengan skor 2-0.

4. Belanda vs Argentina (Perempat final Piala Dunia 1998)

Belanda bertemu dengan Argentina di perempat final Piala Dunia 1998. Bermain sama kuat hingga menit ke-80, tensi pertandingan pun mulai meninggi di sepuluh menit terakhir.

Gabriel Ortega menanduk kiper Belanda Edwin van Der Sar.Ariel Ortega menanduk kiper Belanda Edwin van Der Sar. (AFP PHOTO / PATRICK HERTZOG)

Pemain Argentina, Ariel Ortega terlibat insiden dengan kiper timnas Belanda, Edwin Van Der Sar lima menit jelang laga usai.

Kejadian bermula ketika Ortega terjatuh di area kotak penalti. Merasa Ortega melakukan diving, Van Der Sar yang berlari ke arah Ortega justru mendapat tandukan hingga terjatuh. Wasit langsung memberikan kartu merah kepada Ortega.

5. Uruguay vs Italia (Fase Grup Piala Dunia 2014)

Penyerang timnas Uruguay, Luis Suarez terlibat dalam insiden memalukan kala timnya melawan Italia di pertandingan terakhir fase grup. Suarez mengigit bahu bek Italia Giorgio Chiellini pada menit ke-80.

Kejadian tersebut sempat memicu keributan kecil antar kedua tim. Chiellini yang merasa tidak terima dengan ulah Suarez menunjukkan bekas gigitan Suarez di bahunya yang terlihat terluka. Beruntungnya, Suarez lolos dari hukuman kartu pada pertandingan tersebut. Pada pertandingan itu, Italia harus mengakui keunggulan Uruguay dengan skor tipis 0-1.

Giorghio Chiellini bersitegang dengan Luis Suarez.Giorghio Chiellini bersitegang dengan Luis Suarez di Piala Dunia 2014. (Reuters/Jean-Paul Pelissier)

Komite Disiplin FIFA menjatuhkan hukuman larangan bermain di ajang internasional selama sembilan pertandingan kepada Luis Suarez. Tidak hanya itu, Suarez dilarang terlibat dalam semua kegiatan sepak bola selama empat bulan dan harus membayar sejumlah denda. Hukuman tersebut menjadi rekor hukuman terberat di Piala Dunia. (cup/jun)

LEAVE A REPLY