Titiek Soeharto: Golkar Tak Membutuhkan Saya

0
33

FI.CO,Jakarta- Siti Hediati Haryadi alias Titiek Soeharto resmi pindah dari Partai Golkar ke Partai Berkarya. Dalam pernyataan politiknya, Titiek mengungkapkan alasannya pindah ke partai pimpinan Hutomo Mandala Putra.

Kata Titiek, posisi Golkar sebagai partai pendukung pemerintah membuatnya sulit untuk menyuarakan jeritan rakyat. Selain itu dia juga mengatakan bahwa Partai Golkar tak lagi membutuhkan dirinya.

“Saya sedih. Saya ingin menjerit untuk protes dan menyuarakan hati nurani rakyat. Tapi saya tidak dapat melakukan hal itu, karena saya sebagai orang Golkar, partai pendukung Pemerintah,” kata Titiek Soeharto dalam pernyataan resminya, Senin (11/6).

Seharusnya, kata dia, Golkar sebagai partai besar, sebagai pendukung dan sahabat yang baik harus bisa memberi masukan mana hal-hal yg baik dan yg buruk kepada Pemerintah.

“Tidak hanya sekadar mengekor dan ABS [Asal Bapak Senang],” katanya, “Saya adalah anak biologis Presiden Soeharto. Saya tidak bisa berdiam diri untuk tidak menyuarakan jeritan rakyat,” katanya.

Sebab itu, Titiek memutuskan untuk keluar dari Partai Golkar dan memilih untuk memperjuangkan kepentingan rakyat melalui Partai Berkarya.

“Sebagai konsekwensinya tentu saya juga harus melepaskan keanggotaan saya di DPR,” katanya.
Perpindahan ke Partai Berkarya menurut Titiek merupakan hal penting dalam perjalanan karir politiknya.

Menurut Titiek keadaan Bangsa Indonesia saat ini sungguh sangat memprihatinkan.

“Pada saat kurang lebih tujuh juta tenaga kerja kita nganggur, dan butuh pekerjaan untuk menghidupi keluarga mereka ditengah kondisi ekonomi yang mencekik, negara dibanjiri Tenaga Kerja Asing yang tidak lebih pandai dari pada Tenaga Kerja kita,” katanya.

Titiek menambahkan bahwa alam dan tanah yang begitu subur yang Allah karuniakan kepada Indonesia seolah-olah tidak ada artinya. “Karena kita tidak dapat mengolahnya dengan baik untuk memenuhi kebutuhan pangan, sehingga apa-apa masih Import. Kekayaan sumber daya alam yang tidak dapat dinikmati oleh rakyat, tidak dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” katanya.

Meski keluar dari Golkar, Titiek juga mengucapkan terima kasih kepada Golkar yang telah membesarkan namanya di dunia politik.

“Terima kasih kepada Partai Golkar yang telah menempa saya menjadi salah satu politikus wanita yg diperhitungkan di Republik ini. Saat ini Golkar sdh memiliki begitu banyak politikus handal, Golkar tidak membutuhkan saya. Tapi saya sangat dibutuhkan oleh Partai Berkarya,” katanya.

Keluarnya Titiek dari Golkar juga membuat Titiek harus keluar dari keanggotaan DPR.

“Saya mohon pamit kepada teman2 di DPR, terima kasih untuk persahabatan dan kebersamaan kita selama ini.. baik di Komisi IV, BKSAP maupun saat di rapat Paripurna,” katanya.

LEAVE A REPLY