Pengusaha Khawatirkan Perlambatan Ekonom

0
38

FI.CO,Jakarta- Pengusaha yang juga mantan Menteri Perindustrian era PresidenSBY Muhammad Soleman (MS) Hidayat mengkhawatirkan pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Dia memperkirakan dalam tahun ini ekonomi dalam negeri akan melambat.

MS Hidayat memperkirakan ekonomi hanya akanmencapai 5,2 persen saja, di bawah target APBN yang sebesar 5,4 persen. Proyeksi tersebut didasarkan pada kebijakan kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika, The Fed.

Dia mengatakan bahwa kebijakan tersebut pasti akan diikuti kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI). Kenaikan suku bunga BI dikhawatirkan akan diikuti oleh kenaikan suku bunga kredit dan menurunkan permintaannya.

Alhasil ekonomi bisa melambat. “Memang menjadi dilema, di tengah tahun politik, pertumbuhan ekonomi tinggi diperlukan tapi kenyataannya seperti ini,” katanya Jumat (15/6).

The Fed tahun ini sudah menaikkan suku bunga mereka sampai dengan dua kali. Kenaikan pertama dilakukan Maret lalu.

Waktu itu Fed menaikkan suku bunga mereka sebesar 0,25 persen menjadi 1,5 persen- 1,75 persen dilakukan Maret lalu. Sementara kenaikan kedua juga sebesar 0,25 persen menjadi 1,75 persen- 2 persen dilakukan dilakukan Rabu (13/6) lalu.

Kenaikan tersebut kemungkinan besar masih akan dilakukan kembali pada tahun ini.

Bank Indonesia (BI) langsung mersepon kebijakan The Fed tersebut. Bulan lalu mereka bahkan menaikkan suku bunga acuan sampai dengan dua kali. Kenaikan pertama diputuskan dalam rapad Dewan Gubernur (RDG) 16-17 Mei lalu.

Waktu itu, BI menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen.

Kenaikan kedua sebesar 25 basis poin juga menjadi 4,75 persen dilakukan akhir Mei lalu.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan BI akan kembali menerapkan kebijakan preemptive agar kenaikan suku bunga The Fed tidak mengganggu stabilitas ekonomi dalam negeri.

“Preemptive bisa berupa kenaikan suku bunga diikuti dengan relaksasi kebijakan makroprudensial dalam bentuk penyesuaian LTV,” katanya Jumat (15/6).

Langkah penyesuaian tersebut tidak hanya akan dilakukan oleh BI saja. Bank nasional juga menyatakan akan menyesuaikan diri terhadap kenaikan suku bunga acuan baik The Fed maupun BI.

Iman Nugroho Soeko, Direktur Keuangan dan Treasury PT Bank Tabungan Negara (Persero) mengatakan kemungkinan banknya akan menaikkan bunga kredit. Besaran kenaikan kemungkinan mencapai 0,5 persen sampai 0,75 persen.

LEAVE A REPLY