Densus Tangkap 129 Terduga Teroris Selama Ramadan 2018

0
11
Foto: Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal. (Istimewa)

FI.CO, Jakarta – Polri menyebut isu-isu yang menjadi momok selama Bulan Ramadan mulai dari macet selama hingga terorisme dapat teratasi. Tercatat 129 terduga teroris diamankan selama Ramadan.

“17 (orang terduga teroris) Di antaranya meninggal dunia. Perayaan hari raya yang sebelumnya dikhawatirkan akan muncul aksi terorisme susulan, faktanya aman terkendali dengan adanya upaya pencegahan yang dilakukan Polri dengan meningkatkan pengamanan di wilayah wisata dan area keagamaan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal dalam keterangan tertulis, Rabu (27/6).

Sedangkan soal kemacetan selama arus mudik dan balik, Iqbal menyebut jumlah titik kemacetan berkurang. Lalu lintas juga cukup lancar. “Salah satu indikator kelancaran tersebut adalah jumlah titik kemacetan di ruas jalan tol yang dilalui pemudik relatif rendah,” kata

Iqbal mengatakan pembangunan infrastruktur dan sistem pembayaran tol menggunakan e-money adalah pendorong kelancaran arus mudik tahun ini.

“Pembangunan infrastruktur terutama pada jalan tol yang dilalui pemudik, dari Merak menuju Surabaya, sepanjang 7444,4 km sangat mempengaruhi kelancaran arus mudik dan balik di tahun ini. Selain itu juga dilakukan penerapan transaksi tol secara cash-less menggunakan kartu,” ujarnya.

Dari sisi Polri sendiri, lanjut Iqbal, dilakukan upaya-upaya mengurai kemacetan mulai dari kebijakan lawan arah (contraflow) hingga satu arah (one way). Dengan diskresi ini, menurutnya, tak ada kemacetan yang berarti.

“Polri dalam mengurai kemacetan arus mudik dan arus balik telah melakukan beberapa upaya diantaranya yaitu patroli sepeda motor di beberapa ruas jalan tol, pos kesehatan gabungan, penerapan kebijakan one way dan contraflow secara situasional dan penggratisan biaya tol apabila kemacetan sepanjang 3 km,” ujar Iqbal.

Selain itu, kata Iqbal, keberhasilan pengamanan arus mudik dilihat juga dari angka kecelakaan lalu lintas dan korban meninggal dunia yang menurun.

“Upaya yang dilakukan Polri, TNI, Kemenhub, Kemenpupera, Jasa marga dan stakeholder terkait, telah menghasilkan penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas. Selama Ops Ketupat 2018 (kasus kecelakaan) sebanyak 1.995 kejadian dengan korban meninggal dunia 467 orang, turun 37 persen dari sebelumnya 3.618 kejadian dengan korban meninggal 742 orang pada tahun 2017,” ucap Iqbal.

Isu selanjutnya adalah soal kejahatan konvensional. Kata Iqbal, salah satu cara mengatasinya dengan menggelar Operasi Cipta Kondisi sebelum Operasi Ketupat.

Dari Operasi Cipta Kondisi itu, 834.269 liter miras oplosan dan 156.328 miras pabrikan diamankan. Sementara, penindakan premanisme ada 1.205 kasus yang 742 di antaranya sudah diproses hukum maupun dibina.

Sementara, tren gangguan kamtibmas atau kejahatan menonjol mengalami penurunan baik tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan kekerasan menggunakan senjata api (curas senpi), pencurian disertai pemberatan/ pengerusakan (curas dan curat).

Kemudian pada isu tingginya harga pangan jelang Hari Lebaran, Iqbal mengungkapkan operasi pasar mampu menstabilkan harga kebutuhan pokok sehingga tak terjadi lonjakan. Dia menambahkan stok bahan pangan bahkan melebihi kebutuhan masyarakat yang di waktu Lebaran.

Dari sisi penindakan hukum, Satgas Pangan Polri mengungkap 782 kasus dengan memproses hukum 409 tersangka. “Satgas Pangan tercatat telah melakukan penindakan sebanyak 782 penindakan dan berhasil mengamankan 409 tersangka. Sebanyak 373 kasus menyangkut penanganan kasus beras, holtikultura, ternak, pupuk dan kasus lainnya,” tutur Iqbal.

LEAVE A REPLY