Pulang dari Malaysia, Kaget Istri Hamil 8 Bulan, Pria Ini Kalap

0
38
Korban dibawa ke rumah sakit

FI.CO, Pasuruan – Tak terima istrinya diperkosa hingga hamil 8 bulan, Imam Syafii (25), warga desa Kapasan, kecamatan Nguling, kabupaten Pasuruan, naik pitam. Ia nekat membacok tetangganya sendiri, Nafiudin (26), yang dituduh sebagai pelaku perkosaan.

Akibat bacokan celurit pelaku, korban mengalami luka parah di bagian kaki dan tangan. Karena lukanya yang sangat patah korban harus dilarikan ke rumah sakit di Malang setelah mendapatkan perawatan awal di Puskesmas Nguling.

Aksi pembacokan dilakukan di rumah korban, Selasa (26/6) malam. Saat pembacokan korban sedang berdua bersama istrinya. “Tersangka sudah kami amankan, saat ini kami tahan. Sementara korban dirujuk ke Malang,” kata Kanit Reskrim Polsek Nguling Aiptu Adjie Anggoro.

Adjie menerangkan berdasarkan keterangan pelaku, ia nekat membacok korban karena tak terima istrinya diperkosa hingga hamil 8 bulan.

“Setelah beberapa tahun di Malaysia, dua bulan lalu tersangka ini pulang. Awalnya dia tak menyadari kalau istrinya hamil. Namun para tetangganya memberitahu kalau istrinya hamil. Tersangka tak yakin istrinya hamil karena ia baru dua bulan di rumah. Untuk memastikan, ia membawa istrinya ke bidan,” terang Adjie.

Dari bidan tersebut tersangka akhirnya yakin. “Bidan melakukan pemeriksaan USG dan tersangka juga ikut menyaksikan ada bayi di perut istrinya. Usia kandungan sudah 8 bulan,” imbuh Adjie.

Mendapati kenyataan tersebut, tersangka terpukul. Ia merasa yakin bayi yang dikandung istrinya bukan darah dagingnya. Karena kecewa, ia pun memulangkan istrinya ke rumah orang tuanya.

“Merasa malu anaknya hamil dan dipulangkan suaminya, mertua tersangka lalu menanyai apa yang terjadi sebenarnya. Akhirnya istri tersangka mengakui ia diperkosa oleh Nafiudin (korban),” urai Adjie.

Mendengar pengakuan istrinya, amarah tersangka membuncah. Ia mengambil celurit dan mendatangi rumah korban. Tanpa pikir panjang, ia langsung membacok korban dengan celurit. Beruntung aksi tersangka diketahui para tetangga yang berhasil melerainya. Beberapa saat kemudian polisi datang dan mengamankan tersangka.

“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan. Apapun motifnya, yang dilakukan tersangka tetap tak dibenarkan oleh hukum. Karena itu kami tetap akan memproses sesuai aturan yang berlaku,” pungkas Adjie.

LEAVE A REPLY