Militer Suriah Serang Wilayah Daraa, 45.000 Penduduk Melarikan Diri

0
18
Penduduk Suriah melarikan diri dari wilayah yang dikuasai oposisi di provinsi Daraa pada Selasa (26/6/2018). (AFP/Mohamad Abazeed)

FI.CO – Pasukan pemerintah Suriah meluncurkan serangan terhadap pemberontak di provinsi Daraa sehingga menyebabkan 45 ribu penduduk meninggalkan rumah mereka untuk menyelamatkan diri. Dilansir kompas.com dari ABC News, Rabu (27/6), PBB melaporkan 45 ribu melarikan diri menuju perbatasan Yordania.

Namun, pemerintah Yordania menyatakan, tidak akan membuka perbatasan bagi mereka. Presiden Suriah Bashar Al-Assad memerintahkan serangan untuk memulihkan kendali atas bagian penting dari negaanya di perbatasan Yordania dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Pasukan pemerintah membuka barisan depan baru pada Selasa (26/6/2018) terhadap bagian yang dikuasai pemberontak di kota Daraa, ibu kota provinsi Daraa. Juru bicara PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) Jens Laerke mengatakan, sejumlah warga sipil termasuk anak-anak tewas dan terluka dalam serangan tersebut.

Rumah sakit juga telah berhenti beroperasi karena terkena serangan udara. Manajer lembaga amal medis di Suriah atau UOSSM, Ahmad Al-Dbis, mengatakan sudah ada lima fasilitas dari lembaga bantuan, termasuk sebuah klinik bergerak dan pusat kesehatan. Namun, fasilitas tersebut tidak berfungsi lagi.

“Orang-orang tidak tahu mau pergi ke mana,” katanya. Juru bicara Program Pangan Dunia dari PBB Bettina Luescher menyatakan, pihaknya telah menyediakan makanan bagi 30 ribu orang dan berencana untuk mengirim lebih banyak lagi ke perbatasan Yordania. “Kami memperkirakan jumlah orang yang mengungsi bisa dua kali lipat jika kekerasan terus meningkat,” ucapnya.

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan, Yordania akan menutup perbatasan dan PBB bisa membantu warga Suriah mengungsi di negaranya sendiri. “Tanggapan Yordania atas Suriah selatan bertujuan untuk membendung pertumpahan darah dan membantu orang-orang yang terlantar di dalam Suriah,” kicaunya di Twitter.

“Kami melakukan semua yang kami bisa untuk membantu saudara-saudara dan kami melindungi kepentingan serta keamanan kami,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY