KLHK Selidiki Hilangnya Gading Gajah Betina di Bengkulu

0
9
Gajah Betina tewas mengenaskan di Bengkulu/Foto: dok. BKSDA Bengkulu

FI.CO, Jakarta РSeekor gajah liar betina ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi bagian calingnya (sebutan gading pada gajah betina) diduga diambil di Bengkulu. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) masih menyelidiki kematian gajah tersebut.

“Kami masih dalam proses lidik untuk hal ini,” kata Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Indra Exploitasia Semiawan, kepada detikcom, Minggu (1/7).

Indra mengatakan, saat ditemukan, kondisi tengkorak gajah sudah terpisah dengan tubuh serta organ-organ hancur. Menurut Indra, Tim KLHK tengah melakukan upaya-upaya untuk mencari penyebab tewasnya gajah itu.

“Proses lidik melalui nekropsi, olah TKP, pengambilan keterangan, dan sisir sekitar TKP. Nekropsi itu forensik. kalau di manusia namanya autopsi. Mengetahui causa of death (penyebab kematian), dengan alat atau bahan apa matinya, berapa lama kematiannya (sejak dibunuh sampai ditemukan), tujuan dibunuh (dengan melihat kelengkapan organ. di gajah liat gading/caling), dan sebagainya,” urau Indra

Indra menambahkan, dalam proses penyelidikan ini, pihak KLHK berkoordinasi dengan kepolisian. “Kami KLHK (KSDAE dan Gakkum) serta pihak kepolisian,” tambahnya.

Sebelumya, seekor gajah liar betina di Bengkulu ditemukan mati mengenaskan. Bagian calingnya (sebutan gading pada gajah betina) diambil. Diperkirakan gajah tersebut telah mati lebih dari seminggu.

Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu mengatakan gajah betina yang mati tersebut diperkirakan berusia 20 tahun.

“Lokasi ditemukannya gajah di HP Air Teramang, 3.5 km dari kawasan TNKS, di kebun sawit baru tanam milik warga Desa Tunggang, Mukomuko. lokasi kejadian masuk wilayah Desa Retak Mudik, Kec. Sungai Rumbai, Kab. Mukomuko. Disekitar lokasi juga ditemukan kotoran dan jejak kaki kelompok gajah liar, serta dua pondok kebun telah dihancurkan oleh gajah liar. Hasil pemeriksaan TKP yang diambil untuk tujuan pemeriksaan toksikologi dan histopatologi. Dari pemeriksaan bedah bangkai menunjukkan beberapa organ sudah mulai hancur dan membusuk,” ujar Kasubag TU BKSDA Bengkulu, Suharno¬†dikutip dari detikcom, Senin (2/7).

Foto gajah betina itu diposting oleh aktor Chicco Jerikho di akun Instagramnya. Dia menilai perburuan dan pembunuhan terhadap gajah liar di Indonesia ternyata masih ada.

“Belum usai kasus #RIPBunta, ada lagi gajah mati, kali ini di Bengkulu. Gajah Betina, ditemukan mati dengan luka rahang mengaga karena diambil Calingnya (jantan gading,betina Caling). Ini salah satu bukti kalau jaringan persagangan satwa liar masih eksis. Kalau pembunuh Bunta belum terungkap dan diadili, jaringan pemburu mungkin akan terus beroperasi,” tulis Chicco, Minggu (1/7).

LEAVE A REPLY