Kontraktor China Memulai Pembangunan Gedung Tertinggi di Afrika

0
36
ilustrasi

FI.CO РKontraktor Negeri Tirai Bambu, China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) memulai pekerjaan membangun Pinnacle Tower, di Nairobi. Kenya.

Melansir kompas.com, perusahaan konstruksi pelat merah China itu ditargetkan dapat menyelesaikan bangunan tertinggi di benua Afrika itu tiga tahun ke depan.

Pinnacle Tower dirancang setinggi 320 meter atau masuk kategori supertall. Di dalamnya mencakup hotel Hilton yang mengokupasi 45 lantai dan 200 unit apartemen mewah, serta pusat belanja. Jika kelak terbangun, menara ini bakal menjungkalkan rekor bangunan tertinggi benua hitam yang saat ini dipegang Carlton Center di Johannesburg yang menjulang 223 meter.

Sebelumnya, CSCEC memenagi kontrak pembangunan pencakar langit ini dengan nilai 200 juta dollar AS atau ekuivalen Rp 2,9 triliun melalui proses tender pada 2017.

Menurut Kepala Konsorsium Somalia Hass Petroleum dan White Lotus Group Ali Hassan selaku pengembang Pinnacle Tower, CSCEC melewati sistem tender ketat yang diikuti lebih dari 10 perusahaan internasional, termasuk dari Eropa, Turki, serta pesaing China lainnya.

Terpilihnya CSCEC menunjukkan kemitraan ekonomi yang semakin kuat antara pemerintah China dan pemerintah Kenya. “Hal ini sekaligus merupakan bukti stabilitas ekonomi dan politik Kenya. Proyek ini akan memberi CSCEC titik masuk yang megah ke Afrika,” kata Ali saat seremoni ground breaking, akhir Juni lalu.

Sementara itu, Presiden Kenya Uhuru Kenyatta yang hadir pada saat peletakan batu pertama mengatakan, pilihan berinvestasi di Kenya menunjukkan kepercayaan pasar.

“Kami telah melakukan reformasi kebijakan untuk membuat Kenya menarik dan kompetitif dan memposisikan kembali sektor pariwisata kami,” ujar Uhuru.

LEAVE A REPLY