Hari Jadi Kabupaten Ngawi Ke 660

0
91

Tetap Diwarnai Kirab Pusaka

FI.CO, Ngawi – Kirab Pusaka yang merupakan agenda rutin tahunan dalam memperingati Hari Jadi Kabupaten Ngawi yang ke 660 tahun 2018.

Sebelumnya diadakan serangkaian kegiatan mulai dari nyekar ke makam leluhur yang ada di Kauman, Jamasan Pusaka yang dilanjutkan Kirab Pusaka diawali dari desa Ngawi sebagai awal dan cikal bakal terbentuknya Kabupaten  Ngawi menuju Pendopo Wedya Graha dengan jarak tempuh  kurang lebih 5km.

Ribuan warga menyaksikan acara tahunan yang telah melegenda ini, selain warga Ngawi sendiri, meraka bedatangan dari wilayah Bojonegoron, Magetan, Madiun, Ponogo, Sragen, Karanganyar.

Hari Jadi Ngawi ke 660 terselenggara berkat kerjasama dengan sema stake holder yang terkait dengan merangkul berbai pihak seperti Bank Jatim dengan membawa 2 gunungan yaitu gunungan sayur  dan  buah dan gunungan kue serta aneka makanan sebagai sedekah bumi dan nantinya akan diperebutkan warga di tengah  Alun – Alun Merdekan Ngawi.

Sesi ini menggambarkan agar Kabupaten Ngawi menjadi kabupaten yang Loh Jinawi banyak berkah rejeki dengan panen yang melimpah serta dijauhkan dari marabahaya ujar Didik Kadin Dispora kabupaten Ngawi. Sepanjang jalan yang dilalui Kirab Pusaka dan du gunungan semua pelajar mulai dari SD – SMA/SMK menyambut dengan membawa bendera Merah Putih, sedangkan PNS diwajibkan memakai pakaian adat jawa (bagi PNS pria) dan beskap jawa (bagi PNS wanita) memakai kebaya.

Acara Kirab Pusaka juga dimeriahkan oleh 3 grup drum band ternama dari dari SMAN 1 Widodaren, SMPN 1 Kedunggalar dan MTSN 1 Kedunggalar. Pusaka yang dikirab yaitu tombak Kyai Singkir dan Kyai Songgolangit serta 2 payung pusaka uayitu Tunggul Warono dan Tunggul Wulung yang usianya sudah mencapai ratusan tahun.

Kirap itu sendiri  diawali dengan pusaka prajurit dari Keraton Solo dan Senopati berikutnya diikuti pasukan kereta kuda dari Forkompimda, Ketua DPRD, Kepala SKPD, Camat Ngawi dan Kades Ngawi ujar Totok Sugiarto Kabid Pariwisata Disparpora Kab. Ngawi kepada Forum Indonesia. (jat)

* Artikel ini juga di tayangkan pada transindonesia.online

LEAVE A REPLY