Percobaan Pemerkosaan Oleh Oknum Polisi Blitar yang Menggemparkan

0
38

FI.CO, Blitar – Sebuah kabar pilu datang dari Blitar. Seorang anak berusia 10 tahun menggagalkan upaya dugaan pemerkosaan yang terjadi pada sang ibu. Ironisnya, pelakunya adalah suami rekan bisnis sang ibu dan juga oknum kepolisian.

Peristiwa nahas ini terjadi pada hari Jumat (5/7) silam, di sebuah ruko di kecamatan Kesamben, kabupaten Blitar. Ruko itu dihuni oleh seorang janda berinisial WN (38) dan kedua anaknya, FT (20) dan SL (10).

Seperti penuturan FT dilansir dari detikcom , hari itu ibunya berada di toko sendirian. Sedangkan adiknya pergi mengaji.

“Jam 5 sore adik pulang ngaji, Pak ES sudah berada di rumah. Adik langsung menuju rumah bagian belakang. Lalu dia mendengar suara ibu berteriak-teriak,” tutur FT, Kamis (12/7).

Mendengar hal itu, sang adik langsung menuju sumber suara dan menemukan sang ibu dalam bahaya. Menurut penuturan sang adik, ibunya berusaha melepaskan diri dari pelukan ES sembari berteriak-teriak.

Setelah berhasil lepas, sang adik mengajak ibunya bersembunyi di dalam kamar dan ES tertidur di kamar belakang. FT juga mengatakan saat dibangunkan, dari tubuh ES tercium bau alkohol dan sempat sulit diajak berkomunikasi.

Belakangan diketahui jika oknum polisi tersebut suami dari rekan bisnis korban dan keduanya sudah lama saling mengenal. Bahkan menurut FT, ES sudah lama menaruh perhatian lebih kepada WN dan sering datang ke rumah dalam kurun dua tahun terakhir.

“Ibu saya orangnya pendiam, pemalu. Tapi mungkin karena risih dengan kelakuan Pak ES, ibu jadi cerita juga kalau Pak ES naksir. Cuma ibu gak pernah menanggapinya,” tutur FT.

Kapolres Blitar awalnya menampik informasi yang sempat beredar di medsos ini. Namun akhirnya bersedia memberikan statemen terkait penanganan kasusnya.

“Tidak ada kejadian seperti yang beredar di medsos itu. Tapi tetap kami periksa yang bersangkutan. Kami dalami, kok sampai ada istilah percobaan pemerkosaan itu bagaimana,” tukas Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha.

Anisullah juga menampik jika anggotanya dalam kondisi mabuk saat berada di rumah WN. “Korban kami tanya juga. Mungkin tidak senang dengan yang dilakukan pelaku. Tapi sorry lho ya, tidak bisa dibuktikan mabuk. Karena memang tidak mabuk,” jawab Anissullah, Kamis (12/7).

Ia juga meminta untuk tidak langsung mengambil kesimpulan sebab pelapornya bukanlah korban langsung, melainkan sang anak. Anisullah juga menjelaskan kasus ini bermula dari status mantan suami WN di Facebook yang menulis tentang kekecewaannya terhadap polisi.

Ia merasa laporan putri sulungnya, FT diabaikan atas kasus yang menimpa ibunya. Namun, lanjut Anisullah, status tersebut sudah dihapus setelah ada pertemuan antara polisi dan pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

Namun dalam kesempatan terpisah, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan oknum tersebut sudah ditahan, meski tidak mengakui yang bersangkutan dalam keadaan mabuk.

“Itu tidak mabuk. Dia pernah berteman tetapi melakukan hal yang tidak pantas,” tegasnya.

Barung pun memastikan yang bersangkutan telah ditahan oleh Provost Polres Blitar dan sedang menjalani pemeriksaan. “Bisa ditetapkan nanti hukuman disiplin,” tambah Barung.

Terlepas dari siapa yang benar, insiden ini telah mengakibatkan anak bungsu korban mengalami trauma. Seperti diberitakan sebelumnya, ia mendapatkan kekerasan fisik oleh pelaku ketika mencoba menggagalkan upaya dugaan pemerkosaan yang terjadi pada sang ibu.

“Tahu adik menangis dan menjerit, pelaku melepas ibu. Lalu mengejar adik dan digujer (dipegang erat). Adik berontak sampai celananya sobek,” tutur sang kakak, FN.

Sejak kejadian itu, adiknya sering menangis keras dan ia lebih banyak mengurung diri di kamar. Bahkan ia langsung menangis histeris jika melihat anggota polisi yang membawa senjata.

“Pas ada polisi datang ke rumah lagi besoknya, adik langsung nangis keras, histeris seperti trauma gitu. Apalagi kalau lihat polisinya bawa pistol,” bebernya.

LEAVE A REPLY