Pj. Bupati Nganjuk Paparkan Pondasi 5 Pilar dihadapan 8 Panelis dalam TOP 99 KKIP 2018

0
36

FI.CO, Nganjuk – Pj. Bupati Nganjuk Paparkan Pondasi 5 Pilar dihadapan 8 Panelis dalam TOP 99 KKIP 2018 – Bertempat di Ruang Rapat SriwijayaII Kantor Kementerian Pemberdayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Jakarta pada Selasa (17/7).

Diselenggarakan kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Tahun 2018 dimana memasuki babak Presentasi dan Wawancara oleh TOP 99.

Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu daerah yang inovasinya masuk ke dalam 99 terbaik (TOP 99) dari seluruh peserta di Indonesia (kurang lebih 2.824 peserta).Karena itu, pada hari ke tujuh sesi wawancara TOP 99 KIPP 2018.

Presentasi dan Paparan Pj.Bupati Nganjuk Drs. Sudjono,MM tentang inovasi Kabupaten Nganjuk di bidang kesehatan.Inovasi tersebut adalah “Pondasi 5 Pilar” Pemberdayaan dan Pelibatan Organisasi untuk Dukungan ASI 5 Pilar.

Turut hadir Kepala Puskesmas Nganjuk Dr. H. Ilham Pramudani, Camat Nganjuk Tri Wahyu Kuntjoro, S.Sos., MM.,Kepala Dinas Kesehatan Nganjuk dr. Achmad Noeroel Cholis, beserta jajarannya.

Pemaparan itu dilakukan dihadapan Tim Panelis Independen yang terdiri dari 8 anggota.Mereka adalah para pakar di bidangnya, yakni Suryo Pratomo (Pemred Metro TV), Neneng Gunadi (Direktur Accenture Indonesia), Wawan Sobari (Pengamat Politik UB), Eko Prasojo (Wakil Menteri PAN-RB), JB Kristiadi, Nurjanah Mochtar, R. Siti Zuhro (Peneliti LIPI), dan Tulus Abadi (Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)).

Informasi yang dihimpun dari humas Nganjuk, Pj. Bupati beserta tim diberi waktu selama kurang lebih 45 menit dengan rincian,3 menit menampilkan video presentasi,   7 menit pemaparan, dan sisanya adalah tanya jawab panelis,” jelasnya.

Lebih lenjut disampaikan dalam kesempatan itu Pj. Bupati menyampaikan keresahan Masyarakat Nganjuk terhadap maraknya pemberian susu formula kepada bayi yang seharusnya menerima ASI Eksklusif,”keluhnya.

Oleh Karena itu, Pemerintah dibawah Dinas Kesehatan mencanangkan program Pondasi 5 Pilar : Pemberdayaan dan Pelibatan Organisasi Masyarakat untuk Dukungan ASI 5 Pilar 5 Pilar Kegiatan itu sendiri adalah Pilar 1 Internalisasi Program, Pilar 2 Dukungan Kebijakan, Pilar 3 Intervensi Kegiatan di Masyarakat, Pilar 4 kegiatan di fasilitas Pro ASI, patuh 10 langkah keberhasilan menyusui dan Pilar 5 Dukungan Mitra (TP PKK); Ormas (Aisiyah, Muslimat); Organisasi Profesi (IBI, RSUD Nganjuk) dan juga pihak swasta.

Menurut Kabag Humas Pemkab Nganjuk, Agus Irianto menyampaikan, “Panelis Mendengar  keterangan yang disampaikan oleh Bupati, mengaku bangga ada pemimpin yang konsentrasi terhadap pentingnya ASI Eksklusif.”

Dipihak lain, menurut Panelis Tulus Abadi mengatakan salah satu faktor kenapa para ibu terkadang tidak memberi ASI Eksklusif pada bayinya adalah adanya kerjasama dari produsen susu formula dengan tenaga medis, agar menganjurkan produk susu formula untuk diberikan kepada bayi.

Lebeh lanjut kata Tulus “Saya apresiasi kepada pemerintah Kabupaten Nganjuk, karena masalah ASI Eksklusif ini adalah masalah nasional juga, banyak kasus, ternyata tenaga justru bekerjasama dengan produsen susu formula untuk menawarkan produknya ke para ibu, nah ini harus dicegah,” terangnya.

Mengenai hal itu Pj. Bupati menanggapi dan mengatakan pihaknya telah mengontrol penjualan susu formula.

“Kami melalui regulasi melarang pemberian susu formula terhadap bayi baru lahir hingga usia 6 bulan pertama, karena di waktu tersebut bayi butuh ASI Eksklusif (kecuali para ibu yang memiliki masalah ASI), produsen susu juga sudah kami himbau untuk menarget konsumen setidaknya anak sudah lebih dari 2 tahun,” terang Pj.Bupati.

Bersamaan dengan Kabupaten Nganjuk, ada 10 inovasi yang dipresentasikan oleh masing masing utusan termasuk inovasi dari Pemprov Jatim yang dipaparkan oleh Gubernur Sukarwo, juga inovasi dari Kabupaten Trenggalek yang dipaparkan oleh Emil Dardak.

Ke 99 inovator ini berlomba untuk meraih posisi 40 besar dan mendapat penghargaan langsung dari Presiden RI Joko Widodo. Usai presentasi dan wawancara, akan dilanjutkan penilaian lapangan dengan mendatangi langsung tempat-tempat yang menjadi wilayah inovasi.

Diakhir kegiatan Pj. Bupati Nganjuk berharap Nganjuk bisa lolos ke 40 besar se Indonesia. (Bob m)

LEAVE A REPLY