APBD 2018 Hampir 1 Milyar

0
178

Pengerjaan Proyek Pasar Pasirian Layak Dipertanyakan

FI.CO, Lumajang – Proyek perbaikan pasar Pasirian yang menggunakan anggaran APBD Kab.Lumajang tahun 2018 sebesar hampir 1 milyar rupiah ini layak di pertanyakan.

Hal itu harus di lakukan karena persoalan ini telah menjadi opini di masyarakat khususnya para pedagang di pasar.” Pertanyaannya, Mengapa proyek ini mandeg.” kata salah satu pedagang pasar.

Suwarno pedagang, mengeluhkan atas pengerjaan proyek rehabilitasi pasar, menurutnya pekerjaan belum selesai sudah mandeg. Sehingga terkesan di tinggal gelanggang.

“Saya berpendapat kalau proyek ini tidak segera di selesaikan maka akan berdampak pada para pedagang misalnya pembeli jelas akan menurun di akibatkan jalannya bhecek kotor dan bau. Sangat memprihatinkan lagi apabila hujan deras, maka galian akan penuh dengan air sebab graenase yang di gali belum ada saluran pembuangan. Untuk itu saya mengharap kepada pemerintah segera menanyakan kepada kontraktornya atau rekanan, apalagi galian grenase saat ini terisi sampah,” singkatnya Selasa (7/8).

Rehabilitasi pasar Pasirian dimulai pelaksanaanya tanggal 5 juni 2018 dengan nilai 846 juta lebih yang di kerjakan oleh CV Indal Mandiri Lumajang ketika di konfirmasi melalui ponsel, pihaknya mengatakan bahwa sedikit kesal terhadap pabrikan Mojokerto atas pesananya berupa Ugrater belum selesai.

“Saya menjelaskan pemasangan Ugrater menunggu satu minggu lagi datang. Hal itu harus menunggu sebab pesanan Ugrater sangat banyak dan bukan dari Pasirian saja tetapi luar kota juga banyak yang pesan. Dengan adanya kendala ini saya sudah melaporkan dan menjelaskan kepada semua terkait seperti kepala Disperindag, Kabid Disperindag pak Herman (purna) dan kasi Sapras Yudi, termasuk kepala pasar Pasirian sudah saya jelaskan. kemudian terkait Nanbornya sudah di buat tapi belum dipasang. Minggu ini Ugather akan datang dan tidak ada masalah,” jelas Dwi Mariyanto.

Kepala seksi Sapras Disperindag Yudi mengatakan bahwa pihaknya memaklumi karena yang di pesan Ugrater itu barang pabrikan. “Maka dari itu besuk hari Jum’at lusa semua rekanan saya undang untuk evaluasi progres.’ singkatnya.

Kepala Disperindag Agus Eko, tidak bisa di konfermasi bahkan di WA dan di telp belum ada keterangan. Tokoh masyarakat pasirianAgus Amir Subhan, juga turut menyoroti pengerjaanya proyek pasar tersebut.

“Semestinya sebelum proyek itu dilaksanaan, material harus dipersiapkan dan jangan sampai berhenti di tengah jalan dengan alasan pesanan Ugrater dari pabrik Mojokerto belum selesai, ini berarti dapat dikatakan tidak sesuai dengan progres. untuk itu kepada pihak pelaksana CV Indal mandiri pengerjaanya perlu di evaluasi bahkan patut dan layak di pertanyakan. Harapan saya semoga pelaksana CV Indal mandiri segera menuntaskan, khawatir kedahuluan musim hujan yang berdampak pada kualitas termasuk pengaspalan,” pungkasnya (Woko)

LEAVE A REPLY