Laporan Mangkrak, Penegak Hukum di Nilai Tidak Punya Integritas

0
56
ilustrasi

FI.CO – Sejumlah kasus dugaan korupsi di kabupaten Bantaeng sampai saat ini masih belum terproses di Kejaksaan Negeri Bantaeng. Ada beberapa kasus yang sudah dilaporkan oleh penggiat anti korupsi tapi belum maksimal ditangani.

Sekretaris Laskar Anti Korupsi (Laki) Pejuang 45 Bantaeng, Andi Sofyan Hakim menilai, Kejaksaan Negeri adalah lebaga hukum di daerah. Jaksa selain bertindak sebagai penuntut umum juga sebagai penyelidik, penyidik, dan penuntut umum dalam perkara korupsi.

“Kinerja Kejaksaan Negeri Bantaeng tidak mendapat kepercayaan publik, karena oknumnya tidak berintegritas menjalankan penegakan hukum,” ujarnya melansir appanews.

Kasus dugaan korupsi yang sudah dilaporkan, diantaranya, Proyek lapangan futsal, Pendagaan cabe di Dinas Pertanian, proyek rehabilitasi gedung Dinas Perindustrian, Proyek Pipanisasi Batumassong, proyek DAK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurut Andi Sofyan, Kejari dalam menangangi kasus korupsi  sudah terbelenggu dan terpasung oleh kepetingan.”Jaksa itu mewakili negara jadi harus melindungi kepentingan dan keamanan negara jadi tidak boleh melindungi atau berpihak pada pelaku korupsi dalam bentuk apapun,” katanya.

Selama ini, Laki terus mendorong  agar Kejaksaan selalu menjaga  keberanian  menuntaskan dugaan korupsi yang sudah dilaporkan. Kejari harus berani berhadapan dengan  tekanan dan intervensi  politik. Karena disitulah independensi Kejari dipertaruhkan.

Dia menjelaskan,  demi tegaknya kepercayaan publik, Kejari Bantaeng tidak boleh menutup  diri atau bahkan menutup-nutupi, pejabat yang diduga terlibat merugikan negara.” Korupsi tetaplah korupsi, siapa pun pelakunya. Saya akan laporakn ke Kejaksaan Agung, jika semua laporan dugaan korupsi tidak di tindaklanjuti,” tegas Andi Sofyan. (syamsuddin)

LEAVE A REPLY