Sebut Wartawan Selain PWI “Abal-Abal” AKD Agus Bisa Dilaporkan

0
136

FI.CO, Pasuruan – Beberapa insan media pers di Pasuruan merasa gerah dengan beredarnya berita tentang kalimat yang dilontarkan oleh Asosiasi Kepal Desa (AKD), Agus Supriyono disalah satu media online.

Pasalnya berita online tersebut mengangkat berita tentang pernyataaan Agus Supriyono yang mengatakan tentang banyaknya wartawan yang tidak dalam wadah PWI adalah abal-abal yang di anggap menggangu kinerja kepala desa.

Seperti yang kita ketahui, media online tersebut menuliskan “Dalam seminar tersebut, Agus Sunjoto dari AKD, mengeluhkan soal keberadaan wartawan “abal-abal” yang diluar wadah PWI. Selama ini, keberadaan wartawan abal-abal ini menganggu kinerja seluruh Kades. Wartawan ini datang menakut-nakuti lalau ujung-ujungnya minta duit. Kalau tidak, mengancam akan dilaporkan ke penegak hukum,” demikian petikan dari siaranpublik.com terbit, Minggu (9/10) lalu.

Menyikapi hal itu ketua Majelis Pers Nasional (MPN) Pasuruan menyatakan sikapnya bahwa “Pernyataan AKD Agus Supriyono telah merugikan kami yang tidak dalam wadah PWI dan kami akan mengklarifikasi terhadap yang bersangkutan.”

Hal senada juga diungkapkan oleh Purnomo salah satu wartawan media online, “Bahwa harus ada konfirmasi tentang hal ini, biar semua jelas siapa yang dimaksud.”

Selanjutnya ketua MPN Pasuruan Hariyanto bersama anggotanya menemui Agus Supriyono di kantor desa Pleret kota Pasuruan, Kanis (13/9) guna untuk mengklarifikasi.

Dalam pertemuan tersebut, Agus Supriyono menyangkal tentang pemberitaan tersebut “Saya tidak pernah menyampaikan seperti apa yang di beritakan di media online siaranpublik.com, dan saya juga tidak paham keberadaan asosiasi wartawan di luar PWI,” ungkapnya.

Ditempat terpisah, H. Umar Wirohadi, SH selaku ketua umum Majelis Pers Nasional (MPN) menjelaskan “AKD Agus jangan tendensius dengan memberikan gelar wartawan abal-abal itu.
Padahal yang saya tahu semua wartawan di Pasuruan perusahaan persnya sudah berbentuk PT dan masuk dalam daftar kemenkumham.”

“Jadi ini merupakan penghinaan terhadap wartawan yang di luar PWI dan sangat bisa dilaporkan,” tambahnya. (m.tofa)

LEAVE A REPLY