Juara di Singapura, Ini Strategi Renaldi Hutasoit

0
13
Renaldi Hutasoit podium di Singapura Foto: Ferrari
FI.CO – Pebalap Indonesia yang bertarung di balapan Ferrari Challenge, Renaldi Hutasoit kembali podium dan berhasil mengumandangkan lagu Indonesia Raya di sirkuit jalanan Singapura.

Seperti biasa, jika perlombaan Ferrari Challenge diselenggarakan sebagai bagian dari balap F1, jumlah sesi dan waktu di trek sangat dipangkas. Kali ini pebalap hanya memiliki 1 kali sesi latihan, 1 kali sesi kualifikasi, yang menentukan posisi start di Race 1 hari Sabtu, dan hasil Race 1 menentukan posisi start di Race 2 hari Minggunya.

Trek balapan di sirkuit F1 Singapura, Marina Bay Street Circuit ini sangat menuntut, salah sedikit saja, berpotensi membawa pebalap ke arah tembok beton. Hal ini terjadi saat sesi latihan hari Jumat, pada menit ke-27 dari 45 menit yang direncanakan, ada bendera merah dikibarkan official balapan.

“Masuk babak kualifikasi, dalam lap pertama saya langsung bisa merasakan bahwa setingan jauh lebih baik, meski belum sempurna. Lap pertama saya pacu secepat mungkin dan langsung berhasil mencatat waktu terbaik meski melakukan beberapa kesalahan kecil. Di lap kedua saya memperlambat kendaraan untuk membuka jarak dengan pembalap di depan dan mendinginkan semuanya, ban, rem, mesin, dan memasuki lap ketiga saya pacu lagi secara maksimal. Kembali saya masih melakukan sedikit kesalahan di Turn 1 karena bagian belakang mobil menjadi agak nervous dan mudah bergeser, tapi saya berhasil mencatat waktu lebih baik 0,2 detik dari sebelumnya dan dengan catatan waktu 2:19.718, satu-satunya pembalap yang menembus waktu 2:19 detik dan menjadi Pole Sitter,” ujar Renaldi melansir detikcom.

Karena susul menyusul di sirkuit jalan raya lebih sulit dilakukan dan membawa risiko yang jauh lebih tinggi karena tembok beton berada tepat di pinggir lintasan, maka Aldi memilih strategi yang sederhana start yang baik dari pole position, menjadi yang terdepan saat masuk Turn 1, melesat meninggalkan yang lain hingga beberapa lap setelahnya, kemudian menjaga kondisi ban serta rem hingga finish 10 lap kemudian.

“Menjaga ban serta rem sangat penting di Singapore, karena kemarin kami berlomba dalam suhu 35 derajat dan kelembaban hingga 63 persen. Beruntung Yang Maha Kuasa berkenan dengan strategi ini sehingga bisa terlaksana. Sempat karena harus tertahan tanpa bisa menyusul back marker di yellow flag zone, Alex Au dan Philippe Prete yang sedang bertarung untuk posisi kedua bisa berada tepat di belakang bemper saya. Tapi karena mereka terlalu sibuk bertarung, kembali saya bisa memperlebar jarak sedangkan Prete berhasil merebut posisi kedua dari Au. Hal yang sama hampir terjadi lagi dua lap kemudian ketika saya mendekati backmarker lain 5 tikungan sebelum yellow flag zone. Untuk mencegah saya terhambat di yellow flag zone, saya mengambil risiko untuk menyusul backmarker tersebut persis sebelum pos yellow flag sehingga saya bisa melesat meninggalkan pesaing lain tertahan oleh backmarker itu hingga bendera finis dikibarkan,” ujar Aldi.

Strategi itu pun berhasil, Aldi bisa memimpin balapan dan mengibarkan merah putih di sirkuit Singapura. Berkat hasil di Singapura, posisi Aldi naik satu peringkat di klasemen. Aldi dan 2 pebalap lain di 3 besar di klasemen akan merebutkan poin-poin kunci di balapan Ferrari Challenge pamungkas di Sirkuit Singapura.

LEAVE A REPLY