AS Siap Bantu Upaya Pemulihan Usai Gempa dan Tsunami Palu

0
20
Kerusakan akibat gempa dan tsunami Palu saat difoto dari udara (DRONE PILOT TEZAR KODONGAN/via REUTERS)

FI.CO – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyampaikan belasungkawa mendalam untuk Indonesia atas gempa bumi dan tsunami yang menerjang Sulawesi Tengah (Sulteng). AS juga menyatakan siap memberi bantuan dalam upaya pemulihan.

“Amerika Serikat menyampaikan belasungkawa dan dukungan untuk seluruh warga Indonesia yang terkena dampak gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah pada 28 September,” ucap juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert, dalam pernyataan via situs resmi Departemen Luar Negeri AS, seperti dilansir dari detikcom, Senin (1/10).

Nauert mengatakan, sejauh ini belum ada laporan soal warga AS yang turut menjadi korban. “Misi AS di Indonesia terus memantau situasi secara saksama dan belum menerima laporan soal warga AS ikut terkena dampaknya,” sebutnya.

Lebih lanjut, Nauert menyatakan pemerintah AS siap memberikan bantuan pada Indonesia jika dibutuhkan.

“Amerika Serikat dan Indonesia adalah mitra strategis dan sahabat, dan kami siap untuk membantu dalam upaya pemulihan,” tegas Nauert.

Data terakhir Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (30/9) siang, menyebut sedikitnya 832 orang meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Sulteng. Jumlah itu terdiri dari 821 korban tewas di Palu dan 11 korban tewas di Donggala.

Jumlah korban luka berat dilaporkan mencapai 540 orang dan jumlah pengungsi mencapai 16.732 jiwa yang tersebar di 24 titik.

Selain AS, negara-negara lain seperti Australia, China juga negara-negara Eropa yang tergabung dalam Uni Eropa telah menawarkan bantuan untuk Indonesia. Pemerintah Indonesia juga telah menyatakan terbuka dalam menerima bantuan internasional.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto telah menyatakan akan mengkoordinir bantuan-bantuan internasional untuk Sulteng.

Disebutkan Wiranto bahwa tawaran bantuan sudah muncul dari negara-negara Asia Tenggara hingga negara-negara Eropa dan benua Amerika.

LEAVE A REPLY