Dinas Kesehatan Tulungagung Gelar Khitanan Masal

0
23

FI.CO, Tulungagung – Bertempat di Gedung Husada Bhakti (GBH), Dinas Kesehatan, Kabupaten Tulungagung, bekerjasama dengan Yayasan Muslim yakni Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) melaksanakan khitanan masal, dengan menampung sejumlah seratus (100) anak sebagai peserta pada Sabtu (6/10)┬álalu.

Kegiatan khitanan masal ini bertujuan untuk meningkatkan kesalehan sosial dengan berbagi dan mengabdi. Dari Jumlah 100 peserta khitan ini usia anak rata-rata berumur di bawah 11 tahun. Demi kelancaran kegiatan khitan masal ini, didalam gedung sudah di fasilitasi beberapa kamar sekaligus tim medis dari Dinas Kesehatan sendiri agar pelaksanaan khitan berjalan lancar. Dengan mengantri giliran dipanggil, hampir semua peserta diantar keluarganya.

Beragam ekspresi yang terlihat dari raut wajah peserta, ada yang ketakutan, diam, senang bahkan ada yang menangis. Pelaksana kegiatan perwakilan dari AMCF Akhyar Rasyidi, Lc, M,Hi mengatakan, “Ini merupakan langkah konkrit dari yayasan AMCF sebagai bentuk kegiatan sosial, jadi bukan khitanan aja. Kita selain bekerja sama dengan Dinas Kesehatan juga bekerja sama dengan Dinas Sosial, jelasnyan dengan lembaga yang ada program yang bergerak di bidang sosial dengan saling berbagi.”

“Jangkauan kita cuma di Jawa Timur. Dengan sunatan masal ini kita memperkenalkan kesehatan, hal yang utama adalah sunah. Seseorang yang mengaku dirinya muslim, maka dari sejak kecil ia harus di ajarkan agama Islam, dan setiap orang yang beragama islam harus belajar untuk berkorban, anak-anak yang mengikuti khitan akan lebih baik dari sebelumnya,” imbunya.

Peserta khitanan masal juga berhak mendapatkan bingkisan dari AMCF agar nantinya berguna bagi mereka, di antaranya sarung, baju koko, kopyiah dan uang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Dr Mochamad Mastur MM menjelaskan,”AMCF sering bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Tulungagung, termasuk waktu operasi katarak. Kini dia membiayai pelaksanaan khitanan masal. Target kita 100 anak, dan pemberitahuannya melalui puskesmas dan pustu-pustu di wilayah Tulungagung.

Ini bukan agenda melainkan program kesehatan, salah satunya khitanan masal. Faktor ketakutan pada anak saat di khitan atau di sunat di asumsikan menjadi takut,”jelasnya.

Di tempat terpisah, farhan Arik Ardiansah (10), asal Desa Ngebong Kecamatan Campur Darat, ia tidak masuk sekolah karena keinginannya untuk sunat, dengan diantar keluarganya ia tak takut dengan jarum suntik, selesai sunat ia menceritakan, “Saya sama bapak ibuk diantar jam setengah tuju pagi, sekolahnya izin dulu, senang kalau sudah disunat, rasanya kayak di gigit semut, habis itu dikasih hadiah dari sini,” katanya dengan polos.

Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi, maka Dinas Kesehatan dan AMCF meminta dukungan agar ke depannya kegiatan ini dapat terus dilakukan. Kepada orang tua bisa memberikan contoh yang baik karena orang tua merupakan panutan bagi anak. (lukman)

LEAVE A REPLY