Kampanye Biru, Unicef Kembalikan Keceriaan Anak

0
2

FI.CO, Surabaya – Unicef merayakan Hari Anak Sedunia dengan cara yang unik di Bandara Internasional Juanda, Surabaya.

Dengan memakai kaos warna biru, anak-anak ‘mengambil alih’ tugas para petugas di bandara. Keceriaan dan ketenangan terlihat dari raut mereka ketika menjalankan tugas orang dewasa.

Teguh Hendra Trihandoko, 12, siswa kelas 6 SDN Sedati Gede 1 Sidoarjo sejak pagi sudah berada di bagian Customer Service Bandara Juanda. Dengan cekatan, ia menyampaikan salam serta mengarahkan para penumpang yang kesulitan menemukan terminal keberangkatan.

“Asyik juga jadi petugas bandara. Di sini ramai dan menyenangkan bertemu orang banyak,” kata Teguh, Jumat (23/11) melansir beritajatim.

Ia tak sendirian, puluhan siswa lainnya juga ikut kebagian mengantikan tugas orang dewasa. Salah satunya dilakukan oleh Puja Ayu Gayatri (12) yang menjadi petugas pemeriksa tiket pesawat. Jarinya cukup lincah ketika memeriksa tiket penumpang pesawat di Terminal 1 Bandara Juanda.

“Senang rasanya bisa menjadi petugas bandara meskipun hanya sebentar,” jelasnya sambil tersenyum. Arie Rukmantara, Chief of Field Office UNICEF di Pulau Jawa menuturkan, pada tahun ini, UNICEF mengusung tema Go Blue atau Kampanye Biru.

Kampanye ini dilakukan agar setiap anak mengenakan sesuatu yang berwarna biru pada hari anak. Warna biru merupakan warna resmi Badan Persatuan Bangsa-Bangsa dan UNICEF yang merepresentasikan keceriaan, kedamaian, dan ketenangan.

“Hari Anak Sedunia adalah hari yang menyenangkan dengan pesan yang serius,” kata Arie. Tahun ini, lanjutnya, Unicef mengundang masyarakat untuk menandatangani petisi online global yang meminta para pemimpin untuk berkomitmen memenuhi hak setiap anak sekarang dan untuk generasi mendatang.

Salah satu kegiatannya adalah Kids Take Over, di mana anak-anak mencoba melakukan simulasi peran profesi orang dewasa dan sebaliknya. Orang dewasa pun merasakan dipimpin dan diarahkan oleh anak-anak.

“Hari ini semua anak didorong untuk mengungkapkan perasaan dan pendapat tentang apa yang penting bagi mereka, seperti imunisasi, gizi seimbang, pendidikan yang berkualitas dan inklusif, sekolah ramah anak, ruang yang aman untuk belajar dan bermain,” ungkapnya.

Bahkan, mereka juga bisa merasakan lingkungan yang positif sebagai perwujudan kota/kabupaten yang layak dan ramah anak. Unicef meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Republik Indonesia, Sekretariat Asean, dan seluruh pemimpin dunia untuk tetap berjanji memberikan masa depan yang cerah untuk anak-anak.

“Khusus untuk Jatim, tetap jadi terdepan mendengarkan dan menyerap aspirasi anak-anak. Tetap wujudkan cita-cita menjadi Provinsi Layak Anak yang seutuhnya,” ucapnya. Unicef juga meminta suporter untuk meningkatkan suara mereka dalam solidaritas dengan anak-anak yang paling tidak beruntung dan rentan dengan membantu ‘mengubah dunia menjadi biru’.

Caranya dengan melakukan atau mengenakan sesuatu yang biru di sekolah, di jalanan, di media sosial, di ruang rapat dan di lapangan olahraga pada perayaan hari anak. Untuk memulai gerakan itu di Jatim, anak-anak akan ‘mengambil alih’ peran penting orang dewasa untuk menyoroti masalah yang penting bagi mereka.

Kegiatan ini tentu bisa memberikan edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya kehadiran anak serta peran mereka di masa depan. Ke depan, katanya, anak-anak harus dipastikan haknya untuk bisa meneruskan tongkat estafet kepemimpinan di negeri ini.

Makanya saat ini penting adanya kesadaran akan hak-hak anak dan isu-isu yang mempengaruhi remaja. Salah satunya kurangnya pendidikan, tempat aman untuk bermain dan belajar, dampak kekerasan, perundungan (bullying) dan kemiskinan yang bisa menjadi fokus masyarakat.

Communication and Legal Section Head PAP I Juanda Yuristo Ardi Hanggoro mengatakan, pihaknya sebagai pengelola Bandar Udara Juanda menyambut baik peringatan Hari Anak Sedunia yang dilaksanakan bekerjasama dengan Unicef.

“Melalui media bermain peran atau roleplay sebagai petugas bandara yang memberikan pelayanan kepada penumpang. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan serta wawasan mengenai tugas dan peran para petugas dalam memberikan pelayanan yang mengedepankan aspek keamanan, keselamatan, dan pelayanan. Terlihat anak-anak cukup exciting dan gembira menjalankan peran sebagai petugas bandara,” tandasnya.

LEAVE A REPLY