Kades Bonto Jai Sekolahkan Warganya Jadi Melek Baca dan Tulis

0
2

FI.CO, Bantaeng –¬†Gerakan literasi di Kabupaten Bantaeng terus menggeliat dari hari ke hari. Hal itu tercermin dari banyaknya kegiatan yang mengarah pada upaya mencerdaskan masyarakat dengan mengenalkan seperti apa dan bagaimana literasi itu menjadi penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Berangkat dari itu Pemerintah Desa Bonto Jai di Kecamatan Bissappu membuka Sekolah Literasi Desa untuk warganya. Sekolah ini resmi dimulai Sabtu (29/12), secara seremonial dibuka Amiluddin sebagai Kepala Desa.

Amiluddin menuturkan bahwa sekolah dimaksud tidak hanya sehari meski pada dasarnya siswa dibekali pengetahuan dasar selama kurang lebih 4 jam. Dia berdalih jika Sekolah Literasi di desanya akan berlanjut tiap hari dengan beragam pengetahuan lain ataupun pengetahuan lanjutan dari yang sudah diberikan.

“Kegiatan hari ini satu langkah kecil menuju Desa Literasi. Tentunya kita butuh aktor, makanya kita bekali para relawan ini untuk mengantar kita kesana”, tuturnya.

Mengawali sekolah, Pemdes Bonto Jai menghadirkan 3 narasumber kawakan di Bantaeng yakni Sulhan Yusuf selaku CEO Boetta Ilmu, Abdul Azis selaku Manager AMBAE dan Pimpinan Teras Baca Lembang-lembang, Bahruddin yang akrab disapa Dion.

Ketiganya memaparkan materinya di Aula Kantor Desa Bonto Jai hingga menjelang petang. Sul yang dikenal Tokoh Literasi Bantaeng membawakan materi Literasi, Azis yang akrab disapa AMBAE dengan Jurnalisme Berbasis Online dan Dion mengarahkan siswa sekolah ini memahami cara, teknik dan metode mengelola perpustakaan desa.

Siswa sekolah ini didominasi warga desa setempat dan bergabung pula beberapa orang dari desa lain. Mereka menyebut dirinya Relawan yang siap mengawal mimpi besar Desa Bonto Jai menuju Desa Literasi. Jumlahnya sekitar 20 orang ditambah keikutsertaan puluhan mahasiswa Universitas Hasanuddin (UNHAS) Makassar yang sedang melaksanakan KKN.

Lanjut diterangkan Kepala Desa Bonto Jai, Literasi Desa merupakan perwujudan Pemerintah memberdayakan warganya untuk melek baca dan tulis serta melek terhadap Teknologi Informasi (TI) yang dalam perjalanan literasi itu sendiri tidak bisa lepas dari kehadiran sumber daya IT (Information Technology). (syamsudin)

LEAVE A REPLY