Pembangunan Tambak Udang Desa Pakandangan Barat Menuai Polemik

0
2

Warga Setempat di Dampingi LSM BIAN Ancam Tutup Paksa

FI.CO, Sumenep – Tambak udang yang berada di Dusun Pesisir, Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura, Jawa Timur, disoal warga setempat. Pasalnya, warga mempertanyakan legalitas keberadaan tambak yang sudah ber oprasi selama 3th diduga tidak mengantongi izin.

Didik Haryanto Warga Desa Pakandangan Barat,Bersama LSM BIAN mengatakan, keberadaan tambak udang, dikeluhkan warga setempat dan mempertanyakan legalitas perusahaan apakah sudah sesuai standart nasional.

“Apakah sudah lengkap legalitas izin, tata ruang dan masterplinnya yang dikelurkan Bapedda sumenep seperti apa,” katanya. Padahal, kata Didik, untuk mendirikan usaha tambak udang harusnya sesuai standart nasional, tentunya ada jarak antara bibir pantai sesuai undang undang kelautan 100 meter dari bibir pantai.

“Ini tidak seperti yang kita ketahui, tambak yang menutup bibir pantai sudah mereklamasi,” ungkapnya. Didik melanjutkan, izin reklamasi untuk sesuai undang undang tidaklah sesederhana dilakukan, itupun ada pengurusan dari tingkat kabupaten, provinsi, bahkan sampai kementerian.

“Apalagi keberadaan tambak ini, sudah ada dampak lingkungan dengan menutupnya ke bibir pantai tersebut. ketika ada ombak besar sebab ada pengurangan volume air yang sebelumnya bisa masuk bibir pantai, saat ini sudah tertutup oleh adanya tambak udang dan meluap sampai benteng atau tangkis laut yang dibuat masyarakat seadanya ini sudah hancur,” ucapnya.

Selain itu, pembuangan limbah akan menjadi persoalan serius. faktanya tidak ada Ipal (Instalasi Pengolah Air Limbah) untuk dikelola yang akan mencemari air laut. apalagi saat ini masyarkat sudah tidak bisa memasuki area bibir pantai.

Sebab sudah direklamasi, bahkan pengelolanya tidak jelas apakah di kelola oleh PT, UD atau CV sebab tidak adanya papan perusahaan di sekitarnya. “Ini bisa dikatakan tambak ilegal. Bahkan diduga dikelola perorangan dan izinnya ini tidak ada,” tuturnya.

Ia menegaskan, perusahaan tambak ini diminta untuk melengkapi legalitas dan izin lingkungan. “Tambak ini harus memenuhi persyaratan tentang legalitas dan juga masyarakat diperhatikan dengan CSR nya, maka sah sah saja. Kalau tidak, kami akan melakukan penutupan secara pakasa,” tegasnya.

Kepala Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sumenep, ABDUL MADJID, S.Sos, M.Si, mengaku, bahwa tambak udang di Desa Pakandangan Barat itu tidak mengantongi izin.

“Itu pernah mengajukan izin tapi ditolak, sebab tanahnya belum jelas, sebab lokasinya ada dibibir pantai,” ngakunya. Menurut Majid, untuk mengajukan izin tambak harus memenuhi syarat, lahan yang jelas dokumen UKL UPL dan Amdal.

“Kami pastikan tambak itu ilegal dan untuk Penutupan adalah tugas penegak perda, bukan wewenang kami,” tandasnya. (hartono)

LEAVE A REPLY