Imbas Penutupan Maxi Brillian, 8 karaoke di Blitar Ikut Ditutup

0
2

FI,CO, Blitar – Satpol PP Kota Blitar mulai bergerak menempelkan segel penutupan semua tempat karaoke di Blitar. Hari ini dipastikan sebanyak 8 tempat karaoke tidak beroperasi sampai maksimal sepekan ke depan.

Penutupan sementara 8 karaoke ini sebagai tindak lanjut Pemkot Blitar menyikapi aspirasi yang berkembang di masyarakat. Berbagai elemen warga Kota Blitar menghendaki adanya evaluasi perizinan tempat hiburan malam, pascapenemuan striptis di penggrebekan Karaoke Maxi Brillian.

“Jumlahnya ada delapan tempat karaoke. Penutupan hari ini sudah kami sampaikan ke para pemilik tempat karaoke dalam pertemuan Selasa (8/1) sore,” kata Kepala Satpol PP Kota Blitar Juari, melansir detikcom, Rabh (9/1).

Usai apel di Kantor Satpol PP di Jalan Mastrip pukul 09.00 WIB, sasaran pertama yang dituju ruang karaoke di Hotel Puri Perdana Jalan Anjasmara Kota Blitar. Hotel melati ini memang menawarkan ruang karaoke sebagai bagian fasilitas tamu dan pengunjung luar hotel.

Sebuah banner ukuran 1×2 meter ditempelkan petugas satpol pp di kaca sebelah kanan ruang karaoke. Segel itu bertuliskan “Ditutup Untuk Keperluan Evaluasi Disegel. Lalu di bawahnya juga dicantumkan bunyi pasal 232 KUHP yang berisi barang siapa dengan sengaja merusak segel ini akan diancam hukuman pidana selama 8 bulan penjara.

“Setelah Puri Perdana kami menuju ke karaoke Jojo, Hotel Grand Mansions , Gorame ,Vivas, Next , Mega, dan terakhir Karaoke 999,” ungkap Juari.

Ada tiga poin yang menjadi fokus tim dalam mengevaluasi tempat karaoke, yaitu soal bangunan fisik di tempat karaoke, soal operasional dan soal legalitas perizinan tempat karaoke.

“Bangunan fisiknya juga kami evaluasi, misalnya model roomnya seperti apa, luasannya berapa, sudah sesuai standart apa belum. Termasuk operasional karaoke sudah sesuai SOP apa belum,” imbuhnya.

Tim dari Pemkot Blitar menargetkan proses evaluasi tempat karaoke maksimal selesai dalam satu minggu. Setelah itu, Pemkot Blitar akan memutuskan apakah sejumlah karaoke itu bisa beroperasional lagi apa tidak. Semua tergantung dari hasil evaluasi yang dilakukan tim dari Pemkot Blitar.

“Soal bisa buka lagi apa tidak itu tergantung hasil evaluasi. Kalau sudah sesuai standar dan tidak ditemukan pelanggaran berarti bisa beroperasi. Tapi, kalau ditemukan ada pelanggaran di sejumlah tempat karaoke, tentunya akan ada sanksi dari Pemkot Blitar,” tandasnya.

Walaupun semua pengelola karaoke mengikuti aturan ini, namun mereka mengeluhkan beberapa tenaga kerja mereka yang nganggur selama karaoke ditutup.

“Kami ikuti aturan saja. Kan ini evaluasi maksimal sepekan, setelah itu bisa buka kembali. Tapi disini ada enam karyawan yang nganggur selama itu, dan tetap harus kami bayar,” kata General Manajer Hotel Puri Perdana Nyono Geovani.

Menurut Nyono, karaoke di hotel merupakan fasilitas penunjang yang ditawarkan baik untuk tamu maupun pihak luar. Namun jika ke depan izin operasional karaoke harus dipisah, pihaknya akan tetap mengikuti aturan yang ditetapkan Pemkot Blitar.

LEAVE A REPLY