Veteran Angkatan Laut AS Ditahan di Iran Lebih dari 6 Bulan

0
2

FI.CO – Seorang warga negara Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah ditahan di Iran selama lebih dari enam bulan. Departemen Luar Negeri AS menyatakan pihaknya mengetahui laporan soal penahanan warganya di Iran itu.

Seperti dilansir detikcom dari Reuters, Rabu (9/1), surat kabar ternama AS, New York Times (NYT), melaporkan pada Senin (7/1) pekan ini bahwa warga AS yang ditahan itu bernama Michael R White. Dia disebut berusia 46 tahun dan merupakan seorang veteran Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy).

Laporan NYT menyebut White ditahan saat mengunjungi Iran pada Juli 2018 lalu. Tidak diketahui pasti alasan penahanan White oleh otoritas Iran.

Ibunda White, Joanne, menuturkan kepada NYT bahwa putranya telah mengunjungi Iran sebanyak 5 atau 6 kali untuk menemui kekasihnya yang warga Iran. Menurut ibundanya, White telah membeli tiket pesawat pulang-pergi dari Iran, namun tidak pernah terbang pulang ke AS pada 27 Juli 2018.

Saat ditanya soal laporan tersebut, Departemen Luar Negeri AS melalui juru bicaranya menyatakan bahwa pihaknya mengetahui laporan itu. “Kami menyadari laporan-laporan penahanan seorang warga negara AS di Iran,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

Juru bicara itu enggan memberikan informasi detail soal kasus ini, dengan alasan pertimbangan privasi. Sedangkan otoritas Iran belum memberikan tanggapan atas laporan ini.

Seorang bekas tahanan di Iran, Ivar Farhadi menuturkan kepada situs IranWireyang berkantor di London, Inggris, dirinya pernah berbicara dengan White saat mereka sama-sama ditahan di Penjara Vakilabad di kota Mashhad, Iran bagian timur laut.

Ibunda White yang dikutip NYT menyebut bahwa putranya itu menderita asma akut dan pernah menjalani kemoterapi dan perawatan radiasi untuk tumor leher yang dideritanya.

Laporan penahanan warga AS di Iran ini muncul saat ketegangan antara AS dan Iran makin meningkat, menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump menarik AS keluar dari kesepakatan nuklir internasional dengan Iran, dan memberlakukan kembali sanksi-sanksi terhadap Iran yang sebelumnya dicabut.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah warga AS telah ditahan di Iran. Tahun 2017 lalu, Trump memperingatkan bahwa Iran akan menghadapi ‘konsekuensi baru dan serius’ kecuali semua warga AS yang ditahan secara tidak adil dibebaskan.

Mantan agen FBI, Robert Levinson menghilang saat mengunjungi Pulau Kish di Iran tahun 2007 lalu. Otoritas AS meyakini Levinson yang menderita diabetes itu, telah meninggal dalam penyekapan setelah bertemu dengan seorang militan kelahiran AS.

Otoritas Iran berulang kali membantah mengetahui soal keberadaan Levinson. Kemudian pada Oktober 2015, seorang pengusaha bernama Siamak Namazi yang berusia 40-an tahun dan berkewarganegaraan ganda AS-Iran, ditahan saat dia mengunjungi keluarganya di Teheran.

Ayah Namazi, Baquer yang berusia 82 tahun, juga ditangkap pada Februari 2016 dan kemudian diadili atas dakwaan spionase yang disangkalnya.

Xiyue Wang, seorang warga negara AS kelahiran China dan lulusan Princeton University, ditangkap di Iran tahun 2016 lalu. Dia diadili dan divonis 10 tahun penjara atas dakwaan spionase yang juga dibantahnya.

LEAVE A REPLY