40 Mahasiswa Unhas Ikuti Program Magang BUMN 2019

0
2
Universitas Hasanuddin, Makassar

FI.CO, Jakarta – Sebanyak 40 mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) mengikuti Program Mahasiswa Magang Bersertifikat (PMMB) BUMN 2019.

Program magang ini juga merupakan program perdana bagi Unhas menjalin kerja sama dengan BUMN dan Forum Human Capital Indonesia (FHCI).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, program magang tersebut dilepas secara simbolis oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Arsunan Arsin di Gedung Rektorat Unhas, Selasa (29/1).

“Unhas adalah kampus pilihan karena tidak banyak institusi yang dipercaya melakukan program ini oleh BUMN,” kata Arsunan.

Selain itu, program magang ini adalah bentuk dukungan Unhas kepada calon alumninya agar mudah terserap dalam dunia kerja. Saat ini, masa tunggu alumni Unhas sampai mendapatkan pekerjaan rata-rata 18 bulan.

Dengan program magang bersertifikat, kampus berharap masa tunggu itu bisa diperpendek.

Arsunan juga menegaskan bahwa peserta yang mengikuti magang bersertifikat selama 6 bulan ini akan dibebaskan dari kewajiban kuliah Kerja Nyata (KKN). Sebab program ini disetarakan dengan KKN.

Kepala Subdirektorat Penyiapan Karir Unhas Amidah Amrawaty mengatakan, program magang ini diikuti oleh 40 mahasiswa Unhas dari berbagai jurusan, yaitu akuntansi, psikologi, teknik industri, dan teknik sipil.

Amidah menambahkan, selain mendapatkan uang saku setiap bulan, keuntungan dari program ini adalah mahasiswa bisa memperoleh sertifikat kompetensi dan industri dengan syarat mengikuti uji kompetensi dan evaluasi di akhir masa pemagangan.

“Termasuk kalau kompetensi mahasiswa bagus, bisa direkrut secara resmi. Itu yang dijanjikan kepada kami, seluruh BUMN menjanjikan begitu,” kata Amidah.

Karena itu, Amidah mengimbau kepada seluruh peserta magang agar menjaga nama baik almamater dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.

Adapun BUMN yang bekerja sama dengan Unhas dalam program ini adalah PT Semen Tonasa, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Jasa Raharja, PT Pelabuhan Indonesia, PT Asabri dan PT Pembangunan Perumahan.

LEAVE A REPLY