Dolar AS Tekan Rupiah ke Level Rp13.988

0
2
Ilustrasi

FI.CO, Jakarta – Nilai tukar rupiah pada Senin (11/2) pagi ini diperdagangkan  di posisi Rp13.988 per dolar AS.

Posisi rupiah tersebut melemah 0,24 persen dibandingkan penutupan pada Jumat (8/2) sore yakni Rp13.955 per dolar AS.

Pelemahan yang terjadi pada rupiah tersebut cukup ironis. Pasalnya, pelemahan terjadi saat mayoritas mata uang Asia tengah menguat melawan dolar AS.

Baht Thailand misalnya, berhasil menguat 0,36 persen, ringgit Malaysia menguat 0,12 persen dan won Korea Selatan menguat 0,07 persen.

Di sisi lain, dolar Singapura dan dolar Hong Kong masing-masing menguat 0,01 persen. Di kawasan Asia, hanya yen Jepang saja yang melemah 0,09 persen terhadap dolar AS. Ini menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan performa terburuk pada pagi ini.

Penguatan juga terjadi di mata uang negara maju seperti dolar Australia yang menguat 0,18 persen dan euro yang menguat 0,01 persen. Hanya saja, poundsterling Inggris melemah 0,06 persen terhadap dolar AS.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan rupiah saat ini memang mendapatkan tekanan hebat dari penguatan dolar AS.

Tekanan juga datang dari isu perlambatan ekonomi Eropa, yang dipicu prediksi pertumbuhan ekonomi Inggris 2019 yang turun dari 1,7 persen ke 1,2 persen.

Selain itu, data pertumbuhan manufaktur Jerman yang dianggap tak memuaskan juga ikut menjungkalkan rupiah.

Meskipun demikian, ia memperkirakan rupiah masih berpotensi menguat hari ini karena pelaku pasar mengantisipasi pertemuan bilateral antara Amerika Serikat dan China dalam mencari jalan keluar perang dagang.

Jika pertemuan berlanjut positif, rupiah akan menguat. “Sehingga potensi range rupiah Senin ini ada di kisaran Rp13.930 hingga Rp14.000 per dolar AS,” ujar Ariston melansir CNNIndonesia.com, Senin (11/2).

Ariston mengatakan kemajuan pembicaraan perang dagang akan membuat investor beralih ke instrumen berisiko.

LEAVE A REPLY