Peran Holistik Media Bagi Pelayanan Publik

0
5

FI.CO, Magetan – Di era digital seperti ini komunikasi publik berjalan secara mandiri.

Masyarakat perseorangan secara teknis bisa membuat sanana (media) sendiri untuk berkomunikasi terlepas dari ketentuan regulasi yang ada, sehingga pemerintah tidak lagi harus menyediakan ruang publik bagi masyarakat.

Pemerintah juga tidak dapat menghambat tumbuhnya media komunikasi publik,karena perangkat atau media berupa ponsel atau gadget bisa di miliki dengan mudah oleh perorangan karena itulah revolusi komunikasi bergerak cepat dan massif di setiap kebutuhan dan komunitas masyarakat.

Bagi Institusi pelayanan publik seperti PDAM sebuah keniscayaan untuk ikut ikut berevolusi pelayanan publiknya dengan digital komunikasi, suka maupun terpaksa dalam kondisi mudah atau sulit, jika tidak segera membuka dan menyesuaikan diri maka dia akan semakin terpojok pada sudut yang sempit dan gelap di tengah gemerlapnya opini publik yang terbuka tanpa sekat, ruang dan waktu.

Maka institusi pelayanan publik harus jujur, dan transparan, untuk bisa transparan harus berintegritasi dan nerkinerja baik dan profesional,secara personal maupun secara korporasi.

Jika tidak institusi pelayanan publik di posisikan inferior oleh opini publik yang di layani, dengan tutur bahasa tanpa batasan standart sesuai kultur karakter core bisnis masyarakat yang di layaninya.

Semakin komplek latar belakang kelompoka masyarakat yang di layani semakin “nano nano”, tutur bahasanya.

Media mampu membangun opini dan psikologis masyarakat dengan sangat holistik, media akan masuk ke publik dari empat penjuru, masuk melalui mata dengan mata masyarakat bisa mbaca dan melihat, terus masuk ke pikiran untuk di analisis dan di perkaya, masuk semakin dalam ke dalam alam bawah sadar dan hati, keluar melalui gerakan bibir, tangan dan kaki.

Hasil produknya berupa gerakan bibir, tangan kaki memgikuti input yang masuk dan hasil analisis pengayaan di dalam pikiran dan hati, semakin dasyat tutur bahasa yang masuk maka semakin berlipat lipat kedasyatan gerakan bibir,tangan dan kakinya sebagai out comenya.

Maka pemerintah harus hadir secara on time untuk mengedukasi standart isi dan tutur bahasa dalam media publik, jika tidak masyarakat indonesia yang terkenal santun akan berubah beringas karena kuatnya pengaruh holistik media dalam mengedukasi dan menemani masyarakat.

Institusi pelayanan publik juga harus memperkuat kapasitas edukasi komunikasi publik, jika tidak maka tidak mampu mengedukasi publik maka institusi tersebut akan terpojok di sudut yang gelap dan di opini kan sebagai lembaga yang dicurigai berbohong, tidak berani integritas dan tidak profesional, siap siap tertekan oleh tekanan masyaraka.

Maka seharusnya institusi pelayanan masyarakat harus membuat berita Jang di buat berita oleh masyarakat, baik Masyarakat yang sebenarnya atau Masyarakat netizen, untuk itu PDAM Lawu Tirta sedang mempersiapkan Tim respon Cepat Cyber komplain (RCCC) masyarakat, mengikuti revolusi perilaku komunikasi politik masyarakat dengan harapan bisa berkontribusi dalam edukasi masyarakat dalam rimbanya media Komunikasi.

Dirgahayu Pers Indonesia tahun 2019

LEAVE A REPLY