Peringkat Daya Saing Investasi Migas RI Berada di Urutan 25

0
1
Ilustrasi. (www.skkmigas.go.id)

FI.CO, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan peringkat daya saing investasi minyak dan gas (migas) RI pada sepanjang 2018 kemarin cukup kompetitif.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar mengatakan berdasarkan laporan Petroleum Economics and Policy Solution (PEPS) Global E&P Attractiveness Ranking, peringkat daya saing investasi migas Indonesia berada di urutan 25 dari 131 negara.

Peringkat tersebut lebih baik dibandingkan Malaysia. Pasalnya, Malaysia berada di urutan 35. Peringkat tersebut kata Arcandra, juga mengungguli Aljazair, Rusia dan Mesir yang selama ini dikenal sebagai negara penghasil minyak.

“Penilaian yang diakui oleh lembaga riset global membuktikan pengelolaan sektor migas Indonesia belakangan ini berhasil mendorong kembali geliat investasi migas. Ini tak lepas dari upaya perubahan kebijakan fiskal pada pengusahaan di sektor migas,” katanya seperti dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (15/2).

Arcandra mengatakan saat ini pemerintah telah menerapkan kebijakan fiskal yang menarik dalam investasi migas. Penerapan dilakukan dengan mengubah rezim fiskal dari yang sebelumnya berbasis cost recovery menjadi bagi hasil atau gross split.

Perubahan rezim fiskal di bidang investasi migas tersebut diyakininya telah memberikan angin segar bagi investor di sektor migas.

Perubahan kebijakan tersebut telah menciptakan efisiensi menggiurkan bagi para Kontraktor Kerja Sama Migas untuk berinvestasi di Indonesia.

“Salah satu daya tarik ‘gross split’ bagi para pelaku usaha migas adalah sistem ini mampu melindungi investor di saat rendahnya harga komoditi minyak dunia,” jelas Arcandra.

Bukan hanya menguntungkan bagi investor, skema tersebut juga memberikan hasil bagi pemerintah. Data yang dimilikinya, penerapan skema fiskal baru tersebut telah memberikan pendapatan Rp31,5 triliun.

Pendapatan tersebut belum ditambah dengan bonus tanda tangan senilai Rp13,5 triliun yang diperoleh dari 39 kontraktor yang menggunakan sistem gross split.

“Saya optimis perubahan fiskal ini sangat menjanjikan bagi perkembangan masa depan investasi migas di Indonesia,” tegas Arcandra.

LEAVE A REPLY