7 Polsek di Blitar Sediakan Tempat Latihan Praktik Bikin SIM

0
1
Foto: detikcom

FI.CO, Blitar РKabar gembira bagi warga Kabupaten Blitar yang ingin membuat Surat Izin Mengemudi (SIM).

Pasalnya, saat ini hampir setiap Polsek di Kabupaten Blitar menyediakan lahan untuk latihan praktik mengemudi.

Mengutip detikcom, terdapat 16 polsek di Blitar. Tujuh di antaranya sudah memiliki tempat latihan mengemudi. Namun baru empat tempat latihan yang sudah diresmikan.

Yakni Polsek Gandusari, Bakung, Binangun dan Sutojayan. Tiga tempat yang belum diresmikan yakni Wlingi, Selopuro dan Kesamben.

Penyediaan lahan tersebut merupakan wujud respons cepat Polres Blitar menanggapi keluhan warga. Banyak warga yang mengeluh kesulitan saat menjalani ujian praktek mengemudi.

Terutama bagi pemohon SIM C atau kendaraan roda dua. Menurut data Satlantas Polres Blitar, dari sekitar 150 pemohon SIM setiap hari, lebih dari separuhnya mengalami kegagalan saat menjalani ujian praktik.

Jumlah tersebut didominasi pemohon SIM C. “Setiap hari rata-rata pemohon SIM di sini sekitar 150 orang. Dari jumlah itu, separuh lebih atau sekitar 80 pemohon gagal saat ujian praktik,” kata Kasatlantas Polres Blitar AKP M Amirul Hakim, Jumat (1/3).

Kegagalan praktek berkendara tidak hanya sering dialami ibu-ibu. Tapi anak-anak muda yang dianggap sudah jago berkendara di jalan raya.

Mereka kaget ketika menemukan lintasan yang harus dilalui saat ujian. Lintasan yang nyaris tidak pernah mereka temui di jalan.

“Umumnya orang ujian itu ya belajar dulu to. Lha ini, gak pernah belajar ujuk-ujuk (tiba-tiba) ujian. Terang saja banyak yang nggak lulus. Walaupun tiap hari sudah naik motor, tapi jalannya kan nggak susah kayak yang di ujian praktik itu,” kata warga asal Kecamatan Wlingi, Wiwik Undayani (43) pada detikcom di lokasi praktik ujian SIM Polres Blitar.

Bagi Wiwik, itu menjadi ujian praktik ke empat yang harus dilakoninya. Dalam tiga ujian praktik sebelumnya, Wiwik dinyatakan gagal dan harus mengulang. Tak hanya Wiwik yang bernasib seperti itu. Ada ratusan pemohon lain yang juga mengalami kegagalan serupa.

“Makanya, kami merespons keluhan itu dengan menyiapkan lahan coaching clinik. Disitu, para pemohon bisa latihan di polsek yang lokasinya terdekat dengan rumahnya. Ada petugas yang mendampingi dan memberikan arahan,” kata Kapolres Blitar AKBP, Anissullah M Ridha saat dikonfirmasi detikcom.

Untuk pengadaan lahan, masing-masing polsek berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Biasanya, lahan yang digunakan merupakan inventaris desa yang belum dimanfaatkan.

Seperti yang tampak di Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Sutojayan. Sirkuit atau lintasan dibangun tepat di depan halaman kantor kelurahan. Polsek Lodoyo Timur memanfaatkan lahan seluas 20 x 8 meter untuk warga belajar tes membuat SIM.

“Penunjukan lokasi ini berdasarkan pertimbangan Polsek Lotim. Mana lokasi yang memenuhi syarat dan memungkinkan dimaksimalkan pemanfaatannya ya baru dibangun. Seperti di sini ini, di halaman depan kantor kelurahan,” pungkas Lurah Kembangarum, Etong Dwi Anggoro.

LEAVE A REPLY