Tertiblah Berlalu Lintas, Purworejo Segera Terapkan E-Tilang

0
1
Foto: Dok Kasatlantas Polres Purworejo

FI.CO, Purworejo – Satlantas Polres Purworejo akan segera menerapkan E-TLE (E-Traffic Law Enforcement) atau yang dikenal dengan istilah E-Tilang.

Hal tersebut dilaksanakan dalam rangka mendukung terlaksananya salah satu peran generasi millenial terhadap penegakan hukum lalu lintas.

E-TLE sendiri telah diluncurkan pada Minggu (24/2) lalu berbarengan dengan acara puncak Millenial Road Safety Festival di alun-alun kota Purworejo. Peluncuran sengaja dilaksanakan pada saat itu agar diketahui oleh masyarakat.

“E-TLE adalah sistem dengan teknologi yang secara otomatis mendeteksi plat nomor kendaraan, merekam pelanggaran dan menyimpan bukti pelanggaran. Peluncurannya memang dibarengkan dengan acara tersebut agar diketahui oleh masyarakat umum sebagai sosialisasi awal,” ungkap Kasatlantas Polres Purworejo, AKP Nyi Ayu Fitria Facha melansir detikcom, Jumat (28/2).

Meski sudah diluncurkan beberapa hari lalu, namun penerapan penindakan pelanggarannya baru akan dimulai pada tanggal 25 Maret 2019 nanti.

Sementara ini, bagi pelanggar tidak dikenakan tilang dan hanya diberi surat teguran yang dikirim melalui jasa pos.

“Ya nanti kalau ada yang melanggar selama 1 bulan ini dikirim surat teguran dulu supaya pelanggar atau masyarakat tahu kalau ada E-TLE,” imbuh Ayu.

Agar lebih cepat diketahui oleh masyarakat, E-TLE ini juga disosialisasikan melalui medsos berupa video animasi dan lain sebagainya. Secara umum, isi sosialisasi akan menjelasakan bagaimana cara kerja E-TLE hingga pembayaran denda.

“Kami juga sebarkan video animasi E-TLE via medsos dan diviralkan melalui WA, IG dan lain-lain. Lalu ada leaflet terkait info umum dan mekanisme bekerjanya E-TLE,” Lanjutnya.

Ayu menambahkan karena masih dalam pengembangan dan uji coba, E-Tilang tersebut baru diterapkan pada satu jalan utama yakni di Jl Tentara Pelajar.

Satu buah CCTV yang bisa memutar 360 derajat terpasang di atas pertigaan lampu merah Lengkong dan akan mengawasi serta merekam seluruh aktivitas pengguna jalan termasuk pelanggaran yang terjadi.

“Ketika pelat nomor pelanggar terekam maka data pelanggar akan terekam melalui Smart Regident Center, kemudian surat bukti pelanggaran akan dikirim ke alamat terduga pelanggar via pos dan terduga pelanggar diberi waktu untuk konfirmasi selama 3 hari setelah surat diterima melalui nomor telpon yang disediakan petugas,” jelasanya.

Konfirmasi dilakukan agar yang melakukan pelanggaran bisa mengklarifikasi siapa yang menjadi subyek pelanggar termasuk jika kendaraan telah dijual kepada pihak lain dan belum dibalik nama.

Namun jika dalam waktu yang ditentukan terduga pelanggar tidak melakukan konfirmasi, maka STNK terduga pelanggar akan diblokir oleh petugas.

Setelah melakukan konfirmasi, pelanggar akan diberikan surat tilang serta kode briva sebagai kode virtual untuk pembayaran tilang di bank atau pelanggar bisa hadir langsung dalam persidangan.

Jika pelanggar tidak melakukan pembayaran, maka secara otomatis petugas akan memblokir STNK pelanggar.

“Saya imbau agar pemilik kendaraan segera menyesuaikan data kendaraan atau balik nama agar mengetahui jika kendaraan yang digunakan tersebut mengalami pelanggaran. Untuk CCTV kedepannya akan kami pasang lagi di tempat yang rawan terjadi potensi pelanggaran,” tutupnya.

LEAVE A REPLY