Kampung Kelor Sidoarjo: Mahasiswa Ubhara Hilangkan Kesan Mistis Tanaman Kelor

0
3
Mahasiswa Ubhara Surabaya melakukan pendampingan pengembangan tanaman kelor Desa Dukuh Tengah, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Foto: Istimewa

FI.CO, Sidoarjo – Kabupaten Sidoarjo kini memiliki daerah berjuluk Kampung Kelor yakni desa Dukuh Tengah, kecamatan Buduran.

Peresmian desa Dukuh Tengah, kecamatan Buduran sebagai kampung kelor dilakukan A Joko Sumaryanto selaku Wakil Rektor 1 Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya didampingi ketua BPD dan perangkat desa setempat, Minggu (24/2).

Sebelum peresmian, desa itu kedatangan mahasiswa program KKN sejak Januari-Februari 2019. KKN tematik pengembangan kampung kelor diikuti mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP) dan Fakultas Ekonomi Ubhara.

M Fadeli, dosen pembimbing lapangan mengungkapkan, misi utama KKN tematik pengembangan kampung kelor adalah mengubah pandangan masyarakat yang awalnya memandang mistis kelor untuk memandikan mayat, mengeluarkan susuk, bahkan menghilangkan orang kemasukan roh jahat menjadi tanaman sumber nutrisi.

Diakui Fadeli, awalnya masyarakat banyak yang skeptis bahkan menolak program kampung kelor. Akan tetapi, setelah dilakukan sosialisasi bahkan pelatihan produk-produk olahan kaya nutrisi, kini masyarakat antusias.

“Selama KKN kami melakukan sosialisasi ke kelompok masyarakat dan ke rumah-rumah, mengajak siswa sekolah untuk membuat pembibitan dan menanam bersama,” katanya.

Program berlanjut di Februari dengan melatih masyarakat membuat produk olahan seperti mi kelor, cokelat kelor, roti kelor, teh kelor, jus kelor, dan sebagainya.

Menurut Arif, Kepala Desa Dukuh Tengah, kini masyarakat mulai antusias memanfaatkan kelor menjadi berbagai macam produk olahan. “Kami akan membentuk UKM kelor di desa kami,” katanya.

Puncak acara KKN Tematik dilakukan dengan jalan sehat dan bazar produk olahan hasil binaan mahasiswa KKN. Selain itu, juga diadakan lomba orasi dengan tema manfaat kelor oleh siswa SD dan MI di Desa Dukuh Tengah.

Warga tampak antusias berbondong-bondong mengikuti jalan sehat dan bazar. Menurut Suratmi, warga Desa Dukuh Tengah, baru kali itu ada KKN mahasiswa yang bertema khusus.

“KKN ini banyak membuka wawasan kami dalam memanfaatkan kelor yang selama ini tumbuh liar tidak kami manfaatkan,” imbuh Suratmi.

Heru Irianto, Kepala LPPM Ubhara berharap ke depan kampung kelor akan menjadi ikon Desa Dukuh Tengah.

“Secara keberlanjutan desa ini akan menjadi binaan Ubhara Surabaya,” tegasnya saat hadir dalam peresmian Kampung Kelor.

sumber: surya.co.id

LEAVE A REPLY