BI Kediri Akan Dorong UMKM Bidang Pertanian

0
4
Petani memanen kentang - Bisnis

FI.CO, Surabaya – Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Kediri akan mendorong peningkatan sektor UMKM dengan menggali sektor pertumbuhan ekonomi baru seperti hilirisasi komoditas pertanian non tembakau yang belum optimal.

Kepala KPW BI Kediri, Musni Hardi Kasuma Atmaja mengakui sektor yang mendominasi pertumbuhan ekonomi di wilayah kerja BI Kediri adalah sektor tembakau, tapi masih ada sektor UMKM lain yang paling cepat untuk bisa digarap yakni pengolahan hasil pertanian.

“Untuk mengejar pertumbuhan ekonomi di sektor non tembakau memang masih menjadi PR kita, jadi kuncinya adalah mencari sumber pertumbuhan baru yakni yang paling cepat bisa didorong adalah hilirisasi dari komoditi pertanian karena bisa meningkatkan value added dan hasil harga jual yang lebih tinggi,” jelasnya dalam rilis, Senin (18/3).

Dia mengatakan untuk mendorong sektor UMKM produk hilirisasi pertanian, BI Kediri sendiri memiliki program pengembangan UMKM dengan masa pendampingan yang bersifat multiyears.

“Selama ini pendampingan sudah berjalan, kalau memang dalam periode pendampingan ada UMKM yang kita rasa belum siap ke pasar, maka akan dilakukan pendampingan terus, misalnya untuk UMKM kopi maupun tenun ikat,” ujarnya.
Musni menambahkan, BI akan memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mendorong UMKM di Kediri untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berharap dengan meningkatkan UMKM maka ketimpangan pengangguran pun bisa ditekan. Bahkan kalau memang ada potensi yang berpeluang ekspor, kita akan dorong untuk mengarah ke sana,” imbuhnya.
Selain itu, lanjut Musni, Kediri juga akan mendorong pengembangan ekonomi syariah terkait kemandirian ekonomi masyarakat, mengingat di wilaya kerja BI Kediri ini terdapat banyak pesantren.
“Wilayah kerja Kediri ini banyak sekali yang punya pesantren, mudah-mudahan kita bisa dorong agar bagaimana pesantren bisa mandiri dan bisa membiayai kegiatan pesantrennya,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY