Diduga Dianiaya, Siswa SMA Batuan-Sumenep Meninggal Dunia

0
3

FI.CO, Sumenep – Kekerasan di dunia pendidikan kembali terjadi, Kali ini oknum guru Agama inisial (F) di SMA Batuan, kecamatan Batuan, kabupaten Sumenep Jawa Timur, Selasa (19/3)

Kejadian tersebut Berawal dari ADR (17), selaku siswa 11 A SMA Batuan, “Diduga dianiaya oleh oknum guru dengan cara dipukul menggunakan gayung pada bagian kepala, lantaran korban tidak mengerjakan tugas dan tidur dikelas pada saat jam belajar,” kata Resti.

Setelah kejadian itu korban sempat mengalami kejang kejang dan bengkak di bagian kepala, korban juga sempat di rawat di puskesmas lenteng namun dari pihak puskesmas menyarankan untuk di rujuk ke RSUD DR. Moh Anwar Sumenep.

Namun, pihak rumah sakit korban disarankan dirujuk kerumah sakit Pamekasan, lantaran keterbatasan peralatan.

Sesampainya di RSUD DR. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan, dokter menyatakan bahwa ada pembekuan darah akibat benturan benda keras di kepala korban.

Hal itu dibuktikan dari hasil CT scan dan diketahui jika di kepala korban ada pembekuan darah, hingga akhirnya korban meninggal dunia.

Keluarga korban tidak terima, Restiani selaku keluarga korban didampingi kuasa hukumnya Wiwik Karim SH, mendatangi polres Sumenep untuk melaporkan kejadian tersebut yang menimpa ponakannya (ADR) yang telah meninggal dunia pada Senin (18/3) pagi sekitar pukul 5:30 WIB.

Ristiani menjelaskan, pemukulan dilakukan oleh oknum guru berinisial (F) yang menimpa ponakannya ADR berawal saat pelajaran tertidur di ruangan kelas 11 A saat mengikuti mata pelajaran agama. Ia berharap tindakan kekerasan yang dialami ponakannya ini bisa segera ditindak lanjuti dan tidak terjadi lagi sekolah lain.

Kuasa hukum korban Wiwik karim SH, menyerahkan penuh ke pihak Polres Sumenep sesuai koridor hukumnya, Wiwik juga sangat menyayangkan sikap tempramen seorang guru yang seharusnya memberikan contoh yang baik pada murid malah melakukan kekerasan.

“Kasubag humas polres sumenep AKP Mohamad Heri membenarkan adanya laporan ini, kasus ini akan segera di tindak lanjuti ke sekolah untuk mengkelarifikasi kejadian ini,” ungkapnya. (Fajar)

LEAVE A REPLY