Intervensi Dinas Ketahanan Pangan Tulungagung Untuk Masyarakat Rawan Pangan

0
7

FI.CO, Tulungagung Baru-baru ini pada Senin (18/3) Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Tulungagung dalam rangka upayanya untuk pencegahan, penanggulangan kerentanan dan kerawanan pangan, melalui ketua tim penggerak PKK kabupaten membagikan intervensi rawan pangan kepada beberapa desa salah satunya desa Wonorejo kecamatan Pagerwojo.

Hadir dalam kegiatan pembagian intervensi rawan pangan desa wonorejo, ketua tim penggerak PKK kabupaten Siyuk Maryoto Birowo, kepala dinas ketahanan pangan Tulungagung Ir. Sigit Setyawan, MM, Camat Pagerwojo Kusdi beserta pejabat Muspika kecamatan Pagerwojo, koordinator BPP dan PPL pagerwojo, kepala desa Wonorejo tokoh masyarakat serta warga penerima bantuan intervensi rawan pangan.

Dalam sambutannya kepala desa wonorejo Sakur mengucapkan selamat datang dan terima kasih pada pemerintah.

“Pertama kami ucapkan selamat datang kepada pemerintah kabupaten Tulungagung yang dalam hal ini dihadiri oleh kepala dinas ketahanan pangan, ketua tim penggerak PKK kabupaten, terima kasih atas bantuan intervensi rawan pangan kepada warga kami semoga ini akan bermanfaat bagi mereka semua dan kedepan warga kami tidak ada yang terdapak kerawanan dan kerentanan pangan lagi serta mereka bisa lebih baik taraf kehidupannya”, ucap Sakur.

Berikutnya kepala dinas ketahanan pangan Ir. Sigit Setyawan, MM selaku ketua panitia menjelaskan latar belakang dan tujuan kegiatan  pembagian  intervensi rawan pangan ini.

“Latar belakang dan tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai upaya dengan dukungan lintas program dan lintas sector serta lintas instansi guna mencapaio target pemerintah yaitu pengentasan kemiskinan dan untuk menindaklanjuti analisa peta kerawanan pangan FSVA (food security viewlable) 2017 dan dimana diTulungagung ada Sembilan (9) desa di lima (5) wilayah kecamatan, yang empat (4) desa sudah diintervensi pada 2018 sedang 5 desa di 4 wilayah kecamatan dilaksanakan pada 2019 antara lain desa Wonorejo, desa Dukuh, desa Gondanggunung, desa Tenggarejo dan desa Kaligentong”, jelasnya.

Sigit juga menjelaskan mengapa dikatakan rawan pangan. “Adapun indikator rawan pangan adalah aspek ketersediaan rasio warung dan rasio toko, aspek keterjangkauan pangan dan aspek pemanfaatan sekolah, air bersih, tenaga kesehatan, rasio rumah tangga tanpa fasilitas tempat BAB, sedangkan sasaran dari masing-masing desa sebanyak delapanpuluh orang dengan masing-masing menerima tigapuluh (30) kilogram beras, lima (5) kilogram gula pasir dan dua (2) liter minyak goreng dan kami berharap tahun anggaran berikutnya ada dinas terkait bisa melanjutkan kegiatan penanganan dan pengentasan daerah rawan pangan tidak hanya bantuan pangan yang mereka dterima melainkan ada pembinaan ekonimi kreatif bagi masyarakat sehingga mereka bisa bekerja untuk kesejahteraan keluarga tanpa harus menerima bantuan dari mpihak lain”, pungkasnya.

Sebelum memberikan bantuannya, ketua tim penggerak PKK Siyuk dalam sambutannya mengungkapkan harapannya.

“Semoga kegiatan pengentasan kemiskinan yang merupakan program kerja Plt bupati Tulungagung tidak ada lagi daerah yang masuk kategori rawan pangan dan ada dukungan dari  OPD dan elemen masyarakat termasuk TP-Pkk serta ada prioritas program melalui DD dan ADD pemerintah desa bisa memberikan bantuan pengentasan kemiskinan berupa pelatihan keterampilan dan bantuan modal yang mengarah pada ekonomi produktif sehingga mereka bisa menjadi produktif serta lebih mandiri”, ungkapnya. (lukman)

LEAVE A REPLY