Diduga Pungli Berkedok Perpisahan di Salah Satu SMA Kabupaten Sumenep

0
2

FI.CO, SUmenep – menjelang Perpisahan Siswa di berbagai SMA yang ada di kabupaten Sumenep banyak meresahkan Bagi orang tua Siswa (wali murid) yang anaknya masih ada di bangku sekolah.

Kegiatan ini yang sering dilakukan oleh pihak sekolah setiap tahunnya Sehingga Menjadi budaya tahunan di sekolah, ironisnya Siswa yang masih duduk di bangku kelas 1 dan kelas 2 di SMA tersebut juga dipungut biaya perpisahan yang diduga di lakukan oleh pihak sekolah.

Pungutan biaya itu sangat membebani orang tua murid yang beralamat di perumahan Sekitar sekolah tersebut yang tidak bersedia disebutkan namanya yang anaknya masih duduk di bangku kelas 1 juga di haruskan bayar sebesar Rp 125 ribu, dengan dibuatkan suatu surat pernyataan olleh Sekolah.

Sedangkan ibu tersebut berstatus janda yang memiliki 6 anak, yang 4 anaknya masih duduk di bangku sekolah,

”Ya mau gimana lagi mas demi anak saya bersekolah takut di kasih sangsi saya bayar, muskipun tidak ada uang y saya cari pinjaman atau minta bantuan ke kakaknya yang sudah bekerja untuk membantu adik adik nya yang masih sekolah, karena sudah tidak punya Bapak,” tuturnya

Dari pantauan awak media yang sudah ditelusuri adalah sekolah SMA N II Sumenep dengan jumlah siswa 1268 dari 36 kelas, dari kelas 1,2, dan 3 ditarik Biaya untuk perpisahan Sekitar Rp.125-150 ribu persiswa.

Hasil investigasi awak media Kepada pihak sekolah Moh. Shu’udi  Staf guru kesiswaan menyatakan bahwa, sumbangan perpisahan siswanya yang menentukan bukan pihak sekolah, melainkan siswa sendiri.

” biar tidak simpang siur masalahnya sampean langsung tanyak kesiswanya sendiri, kalau dari pihak sekolah tidak minta, jadi itu semua inisiatif dari Siswa, dari saya terus terang tidak punya komitmen untuk menjawab seluruh pertanyaan karena bukan rana saya,” kata Moh. Shu’udi kepada awak media

Masih dalam keterangan guru kesiswaan Moh. Shu’udi, “Sumbangan ini disetor kebendaharanya dan didalam pembukuan ada, begini bapak kan ingin tau nanti saya kumpulkan saja biar jelas,” imbuhnya,

Disaat ditanyakan nama siswa yang ditunjuk sebagai bendahara, Moh.Shu’udi tidak bersedia menyebutkan, ” terus terang tidak bisa menjawab karna itu bukan rana saya, yang punya rana temen-temen salah satunya HUMAS dan temen-temen kesiswaan,” ucapnya.

Tapi setelah beberapa awak media ketemu dengan Guru bagian kehumasan Zhaini justru tidak bersedia menjawab pertanyaan dari pihak Wartawan. Senin 01/04/2019.

” Kalian punya bukti bahwa ada pungutan biaya Perpisahan, kalau ada bukti pernyataan itu dari siapa…?, Nanti baru saya ingin menjelaskan,” ucap Zaini  bagian kehumasan.

Sampai sampai Zaini itu meminta kepada teman teman Wartawan untuk menunjukkan KTA nya, dan setelah teman teman Wartawan menunjukkan KTA, Zaini itu menjawab informasi pungutan biaya perpisahan itu tidak benar.

” Itu keinginan Siswa Sendiri bukan sekolah dan pihak sekolah tidak tau tentang Persoalan tersebut karena itu Kegiatan Siswa Sendiri”, tutupnya.

LEAVE A REPLY