Bagaimana Nasib PDIP di Pileg Bila Jokowi Kalah di Pilpres 2019?

0
1
ilustrasi

FI.CO – Sampai hari ini tanggal 27 Maret 2019 kita semua sudah melihat berbagai survei yang dirilis oleh lembaga-lembaga Survei. Kesimpulan-kesimpulan survei yang ada sudah tertanam di benak kita di mana semua lembaga-lembaga survei memang “Sangat Memenangkan” Jokowi.

Tapi pertanyaan besar untuk kita semua adalah: Sampai dengan hari ini, adakah pendukung Jokowi yang yakin 90% bahwa Jokowi akan memenangkan Pilpres 2019? Dan ada tidak pendukung Prabowo yang yakin Prabowo bisa memenangkan Pilpres?

Saya yakin jawabannya adalah: Mayoritas rata-rata pendukung Jokowi hanya yakin 65% bahwa Jokowi akan memenangkan Pilpres 2019. Sementara untuk pendukung Prabowo mereka malah punya keyakinan 70% Prabowo bisa menang.

Mengapa kondisinya kontradiksi seperti itu? Bukankah survei-survei yang ada “Sangat Memenangkan” Jokowi sehingga seharusnya mayoritas pendukung Jokowi akan yakin 90% bahwa Jokowi akan menang. Sementara sisi lainnya bila mempercayai hasil suvey mayoritas pendukung Prabowo akan hanya yakin 49% Prabowo akan memenangkan Pilpres.

Yang membuat kontradiksi dari Hasil Lembaga-lembaga Survei adalah Kenyataan di Lapangan.
Tidak ada yang bisa menyanggah bahwa sambutan masyarakat luas pada kampanye Prabowo-Sandi begitu luar biasa. Sementara sambutan Jokowi meskipun meriah tapi tidak melebihi meriahnya sambutan kepada Prabowo. Padahal setiap kunjungan Jokowi ke daerah melibatkan banyak sekali ASN dan relawan-relawannya yang sudah terkordinir dalam 5 tahun.

Prabowo dan Sandi tidak punya ASN yang membantu mengerahkan massa di kampanyenya dan kunjungannya. Mereka juga belum punya relawan yang statis dan terkordinir serta disubsidi suatu pihak. Dengan perbandingan itu seharusnya Kampanye Jokowi lebih ramai 2 kali lipat dari Prabowo. Tapi nyatanya tidak seperti itu.

Apalagi kalau berbicara tentang sambutan masyarakat terhadap Cawapres Jokowi, KH Maruf Amin. Sulit untuk mengatakan pak Kyai senior ini disambut dengan meriah. Pembaca dapat menilainya sendiri.

Begitu juga dengan dukungan pengguna media social terhadap Prabowo yang bisa dikatakan unggul sekitar 20% dari dukungan media social terhadap Jokowi.

Fakta yang berhasil membalikkan Angka-angka Survei yang ada adalah: Sambutan meriah untuk Prabowo-Sandi di Lapangan dan Dukungan Tinggi Pengguna Media Sosial terhadap Prabowo.
Dan bila demikian, secara pribadi saya yakin 75 % Prabowo akan memenangkan Pilpres 2019. Mohon tidak diprotes karena masing-masing orang punya keyakinan sendiri-sendiri.

PAHAMKAH LEMBAGA SURVEI TENTANG ESENSI DARI “EKOR JAS”?
Mungkin semua orang sudah paham istilah “Ekor Jas” terkait Pilpres 2019. Ekor Jas adalah Efek Besar dari seorang Capres terhadap Kenaikan Perolehan suara untuk Partainya. Efek Ekor Jas ini terbukti pada Pilpres 2009 dan Pilpres 2014.

Pada Pilpres 2004 Partai Demokrat baru lahir sekitar 6 bulan. Mereka mendapatkan suara di Pemilu Legislatif 2004 sebanyak 7,45%. Tetapi pada Pilpres 2009 di mana Demokrat adalah pendukung utama Capres SBY, suara mereka melonjak tajam di Pileg 2009 dengan perolehan suara 20,85% mengalahkan PDIP dan Golkar.

SBY sebagai Capres 2009 memberi Efek Ekor Jas terhadap partai Demokrat sekitar 13%.
Begitu juga dengan PDIP. Partai ini sebelum muncul sosok Jokowi adalah Partai yang Madesu alias masa depan suram. Perolehan suara di Pileg 2004 anjlok 15% dari Pileg 1999. Perolehan suara di Pileg 2009 anjlok 4%. Tapi kemudian keadaan berbalik di tahun 2014.

Perolehan suara PDIP di Pileg 2014 mencapai 18,95% sementara tadinya di Pileg 2009 hanya 14,03 %. Berapa kira-kira efek Ekor Jas yang dihasilkan Capres Jokowi? Saya yakin sekitar 7% karena kalau tidak ada Jokowi kemungkinan besar suara PDIP di Pileg 2014 hanya sekitar 11 %.

Jadi dapat diasumsikan Jokowi sebagai Capres 2014 memberikan efek Ekor Jas terhadap PDIP di angka sekitar 7%.
Lalu selanjutnya kita coba menelaah hasil suvery Elektabilitas PDIP di Pileg 2019 ini. Dari sekian banyak lembaga survery yang merilis elektabilitas parpol-parpol dan memprediksi partai mana saja yang lolos Parlemen Treshold disebut-sebut PDIP merajai survei elektabiltas dengan angka di kisaran 25% dan disusul Gerindra 14% dan disusul lagi oleh Golkar, Demokrat dan PKB.

Survei-survei itu masuk akal bagi saya. Saya tidak bisa mengkoreksinya akan tetapi bila mengingat Efek Ekor Jas dan mengasumsikan bahwa Prabowo yang akan memenangkan Pilpres 2019 maka angka elektabiltas PDIP tidak akan sampai setinggi itu.

Bila Prabowo yang memenangkan Pilpres 2019 maka Juara Pemilu Legislatif adalah Gerindra.
Dan konsekwensinya adalah Suara Gerindra akan mengalami kenaikan sekitar6 %, sementara suara PDIP akan anjlok sekitar 6% dari Pemilu Legislatif 2014. Ini prediksinya bila berasumsikan Prabowo yang akan memenangkan Pilpres 2019.

Saya yakin kalau lembaga-lembaga survei berpikir soal Efek Ekor Jas maka mereka akan melakukan Stimulasi soal ini dan melakukan survei ulang dengan karakteristik pertanyaan yang berbeda yang tidak terkait Pilpres agar hasilnya bisa sedikit realistis.

Indikator Tren Kemenangan Prabowo  di Pilpres 2019
Khusus soal Sub Judul ini, saya akan membahasnya di satu artikel khusus dalam beberapa hari kedepan jadi dalam artikel ini saya bahas secara singkat saja. Trend kemenangan Prabowo dalam Pilpres 2019 nampak pada:

  1. Sambutan masyarakat luas yang lebih meriah terhadap Prabowo-Sandi dibanding Jokowi-Maruf.
  2. Unggulnya Prabowo-Sandi dari dukungan pengguna Media Sosial.
  3. Survei Litbang Kompas menyebut Trend Elektabilitas Jokowi-Maruf dari bulan Agustus 2018 hingga Februari 2019 mengalami penurunan sekitar 3,5% sementara Prabowo-Sandi mengalami kenaikan sekitar 4,7%. Bisa dibayangkan pada bulan April akan seperti apa.
  4. Survei LSI Denny JA menyebut Elektabilitas PDIP di kalangan pemilih Muslim turun di mana pada bulan Agustus 2018 di angka 23,3% tapi pada bulan Januari 2019 menjadi 18,4%. Sementara untuk Gerindra pada bulan Agustus 2018 mendapat angka 13,8% lalu naik pada Januari 2019 menjadi 16,6%. Kita tahu bahwa 85% pemilih yang berada dalam DPT beragama muslim.

Dari 4 indikator tersebut bisa disimpulkan Trend Elektabiiltas Prabow sangat bergerak naik dan berpotensi memenangkan Pilpres 2019.

PREDIKSI ASUMSI PEROLEHAN SUARA PEMILU LEGISLATIF 2019
Dalam prediksi asumsi ini saya hanya mencoba focus memperkirakan perolehan suara PDIP dan Gerindra karena kedua partai ini yang akan sangat terpengaruh hasil Pilpres 2019. Dan prediksi saya kurang lebih:

Bahwa Ekor Jas itu sebenarnya merupakan Swing Voters atau Pemilih Mengambang. Mereka tidak perduli dengan Partai tetapi perduli dengan Capres. Bila mereka menyukai Jokowi maka mereka akan memilih PDIP. Sebaliknya kalau mereka memilih Prabowo maka untuk partainya mereka memilih Gerindra.

Dengan demikian prediksi saya dengan asumsi Prabowo menang Pilpres 2019 akan menghasilkan kenaikan suara untuk Gerindra sekitar 6% jadi prediksinya kurang lebih menjadi sekitar 18%.

Sementara PDIP diperkirakan Swing Voters pemilih Jokowi yang beralih ke Prabowo sebesar 8% akan tetapi PDIP menguasai Birokrasi sehingga ada penambahan 2% maka suara PDIP hanya berkurang sekitar 6% dari Pileg 2014.

Golkar saya prediksikan turun 2% karena ada Partai Baru Perindo, sementara Nasdem saya prediksikan bertambah suara 1 % karena menguasai Birokras. Demokrat mengalami Rebound akibat munculnya bintang baru AHY sehingga Demokrat mengalami kenaikan dengan prediksi sekitar 11%.

Hanura dan PPP saya prediksi mengalami penurunan suara akibat sekian masalah menyangkut Ketua Umumnya. Sementara Perindo kemungkinannya bisa mendekati angka Treshold Parlemen atau malah bisa lolos.//Rullysyah//Sekian.//Sumber: kompasiana.com dari detik.com

 

* Baca juga pada Trans Indonesia Tabloid

SHARE
Previous articleAborsi
Next articleKades Japanan :

LEAVE A REPLY