Pemkab Banyuwangi Gelar Kompetisi Ajak Anak Muda Bertani

0
1
Bupati Anas di perkebunan terong

FI.CO, Banyuwangi – Komitmen membangun sektor pertanian terus dilakukan Pemkab Banyuwangi. Pemkab mengajak anak muda bertani dengan kembali menggelar Agribusisness StartUp Competition.

Kompetisi bisnis rintisan pertanian itu digelar untuk melahirkan anak-anak muda yang terjun ke bisnis pertanian. “Sering saya bilang, jangan semua ingin jadi YouTuber, pegawai bank, PNS. Liriklah sektor pertanian yang punya prospek cerah,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengutip detikcom, Rabu (10/4).

Anas mengatakan, regenerasi petani merupakan salah satu isu terpenting sektor pertanian. Berdasarkan Sensus Pertanian BPS, 61 persen petani berusia lebih dari 45 tahun. Kemudian 72 persen di antaranya berpendidikan SD. Jumlah rumah tangga petani terus menurun dari 79,5 juta (2008) menjadi 63,6 juta (2013).

“Produk beras merah organik yang dikembangkan anak-anak muda dan petani Banyuwangi hingga bisa diekspor ke luar negeri bisa menjadi contoh betapa prospektifnya bisnis sektor pertanian,” imbuh Anas.

“Maka kita perlu kreatif melahirkan generasi muda petani inovatif, visioner, melek teknologi. Kompetisi ini salah satunya. Peserta kami batasi usia 17-30 tahun agar target anak mudanya tercapai,” tambah Anas.

Kompetisi tersebut melombakan dua kategori. Yang pertama rintisan usaha pertanian yang telah berjalan maksimal 3 tahun. Kedua, proposal rencana bisnis (business plan). Bidang yang bisa diikuti terbilang luas. Mulai pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan hingga beragam produk olahan.

“Kompetisi ini memperebutkan hadiah modal kerja Rp 150 juta. Peserta terseleksi juga akan mengikuti berbagai workshop dan mentoring, mulai soal manajemen bisnis pertanian, leadership, hingga pemasaran digital dari para pakar dan pengusaha pertanian sukses. Sehingga rintisan usahanya makin terarah dan berdaya saing,” papar Anas.

Kepala Dinas Pertanian Arief Setiawan menambahkan, rangkaian kompetisi agribisnis dimulai sejak Maret 2019. Sosialisasi digeber ke kampus, sekolah, dan komunitas anak muda. Dilanjutkan pembukaan pendaftaran online hingga 20 April 2019 melalui website Dinas Pertanian Banyuwangi.

“Dalam proposal, para peserta diwajibkan memberi gambaran dampak positif bisnis yang dikembangkannya. Misalnya, berapa jumlah tenaga kerja yang terserap dan persebaran manfaatnya bagi warga. Khusus kategori business plan harus membuat proposal perencanaan bisnisnya. Akan dinilai sejauh mana proposal tersebut dapat diterapkan,” ujarnya.

“Silakan anak-anak muda berkreasi. Bikin bisnis olahan beras, pengembangan perikanan organik, peternakan, sayur, buah, dan sebagainya,” pungkas Arief.

LEAVE A REPLY