Rekonstruksi Sindikat Pencurian Sapi di Desa Bades

0
2

FI.CO, Lumajang – Pada Selasa (9/4) dilakukan rekonstruksi kejadian pencurian sapi di desa Bades kecamatan Pasirian kabupaten Lumajang.

9 pelaku tersebut memiliki peran masing masing antara lain Husnan ( 35 Th) dan Orep (58 th) berperan menyediakan kandang untuk penyimpanan sapi curian. HA’IS(DPO), NERAN (DPO), BUSIRI (35 th) dan ANDRI(25 th) berperan mengeksekusi pencurian sapi di kandang milik korban. Nisap, Amiri dan Tingal berperan mempersiapkan dan mengamankan jalan yang dilintasi dari Desa Bades, Selok awar award an Selok anyar.

Adapun kronologis proses pencurian sapi sebagai berikut :
Sekitar pukul 00.00 Husn, Neran, Busiri dan Andri mulai beraksi untuk melakukan pencurian sapi dikandang milik Sdr Misrah.

Busiri membobol tembok dinding kandang menggunakan celurit yang dibawanya, setelah dinding bolong Husni masuk melalui lobang kedalam kandang sapi tersebut untuk memudahkan masuk kawan kawannya yang lain.

Neran dan Busiri masuk kedalam kandang melalui pintu kandang yang sudah dibuka oleh Hais yang masuk melalui bolongan tersebut, sedangkan Andri menunggu diluar sambil mengawasi situasi sekitar.

Hais menuntun sapi dari kandang kemudian sapi tersebut diserahkan kepada Andri. Selanjutnya Andri berjalan duluan sedangkan Hais menunggu kawannya yang masih proses melepas tali tampar sapi.

Setelah Neran dan Busiri keluar, mereka bersama sama menuntun sapi melalui pematang sawah. Andri yang berjalan duluan sempat berjalan kearah yang berbeda (tersesat) dari kawannya (Hais, Neran dan Busiri).

Karena ketakutan Andri meninggalkan sapi yang sempat dibawanya dan berlari mencari kawannya yang lain.
Akhirnya mereka bertemu kembali dalam radius 1 KM dari lokasi Andri sebelumnya dan kemudian mereka melanjutkan perjalanan dengan hanya membawa 2 ekor sapi.

Kemudian Neran menelfon Tingal, Amiri dan Nisap untuk menginformasikan bahwa sapi sudah diperoleh.
Selanjutnya Tingal, Amiri dan Nisap mengamankan jalur yang dilewati dimana mulai Desa Bades, Selok awar awar, Selok anyar (perjalanannua sekitar 10 Km)

Sekitar pukul 05.00 para pelaku sampai di Desa Selok anyar yang kemudian sapi tersebut dimasukan di kandang sapi milik Husnan dan Orep yang sudah dipersiapkan sebelumnya oleh mereka.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH dirinya mengatakan “alhamdulilah kami berhasil mengungkap pencurian sapi yang menjadi persoalan selama puluhan tahun di wilayah Lumajang. Sekarang saya ingin membuat para pelaku pencuri sapi merasa dihantui oleh Tim Cobra, karena saya akan lakukan penggeledahan kampung selama satu bulan penuh setiap satu pencurian sapi”.

“Setiap kejadian pencurian sapi kami akan libatkan anjing pelacak, dimana saat ini kami sudah memiliki 2 ekor, selain itu kami juga akan gunakan Drone”

Himbauan Arsal “saya himbau kepada Hais, Neran dan Nisap agar segera menyerahkan diri. Percuma kalian melarikan diri karena Tim Cobra cepat atau lambat pasti akan menangkap kalian. Selama kalian tidak menyerahkan diri, saya akan buat hidup kalian tidak akan tenang. karena Tim Cobra akan bergentayangan menghantui hidup kalian. Lebih baik kalian segera menyerahkan diri supaya kalian segera menjalani kehidupan dan setelah bebas,kalian bisa hidup tenang bersama keluarga dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” pungkas Arsal.

Katim Cobra Polres Lumajang AKP Hasran Cobra Juga menambahkan “percuma kalian hidup tapi dihantui kecemasan. Sebaiknya para pelaku yang buron segera menyerahkan diri karena kami juga telah menyimpan data data mereka. Semua tinggal menunggu waktu dan akan fatal jika mereka bertemu Tim Cobra dalam upaya paksa penangkapan. Sudah jelas akibatnya jika terpatuk Cobra,” terang Hasran. (Suatman)

LEAVE A REPLY