Kasus Besar Dibalik Peristiwa Penculikan Anak Dibawah Umur

0
3

FI.CO, Lumajang – Pada Minggu (14/4) Tim cobra Polres Lumajang akhirnya berhasil menemukan anak yang hilang yang bernama Putri Ayuni (Perempuan, 16 th) melalui sebuah proses penyelidikan yang mendalam, mulai dari menyebar tim cobra di terminal minak koncar untuk mencari informasi hilangnya anak tersebut dan di dapat informasi anak ini ternyata naik bus dari Terminal minak Koncar sampai akhirnya tim cobra ketahui keberadaanya di madiun,sehingga tim cobra di kerahkan untuk mengejar anak ini di madiun dan di temukan di madiun, tepatnya di Mess Putri Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun.

Hasil introgasi kepada korban, di peroleh informasi jika kepergianya ke madiun adanya tawaran bekerja dari Sugiono Handoko (pria, 24 th) dengan Gaji 3 juta Rupiah/bulan.

Adapun Sugiono sendiri belum di kenal sebelumnya, hasil perkenalan mereka 1 bulan terakhir karena adanya permasalahan ekonomi yang di hadapi oleh keluarga yuni sehingga dengan hasrat untuk mendapatkan pekerjaan tersebut yuni berangkat ke madiun tanpa berpamitan kepada ke 2 orang tua.

Dalam pernyataan nya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menerangkan bahwa kasus ini tak lepas dari himpitan ekonomi yang menimpa keluarganya.

“Adapun persoalan ekonomi yang di hadapi oleh keluarga korban, dimana ibunya bekerja sebagai buruh pabrik dan Bapaknya bekerja serabutan serta adiknya yang masih TK tidak ada yang merawat sehingga ia harus berhenti sekolah untuk menjaga adiknya yang masih kecil.

Situasi inilah yang membuat yuni ingin mencari nafkah sendiri sehingga terjerumus ke bisnis ilegal. agar yuni tetap bisa sekolah saya minta kepada orang tuanya agar anak yang masih TK tersebut untuk di titipkan ke dinas Sosial untuk di rawat dan di sekolahkan.

Dan apabila kondisi perekonomian orang tua yuni sudah membaik, Kapanpun orang tua yuni bisa mengambil anaknya kembali, karena program dinas sosial tersebut merupakan progam pemerintahan yang sangat solutif, sehingga yuni bisa sekolah, ke 2 orang tua tetap bisa bekerja dan anak yang masih TK mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak” ujar Arsal.

Lebih lanjut, Kapolres menambahkan “Di balik permasalahan ini sebenarnya ada persoalan besar yang akan kami ungkap. yuni dan Sugiono sebenarnya adalah korban dari sebuah bisnis ilegal. sementara belum saya ungkap untuk kasusnya, karena kami masih melakukan pendalaman untuk membongkar sindikat ini” ungkapnya.

AKP Hasran Cobra selaku Katim Cobra mengatakan “pertama kali mendapat informasi anak yang hilang dari Bapak korban, sehingga tim cobra segera kami sebar sekaligus berkoordinasi dengan Macan Nusantara agar dengan cepat kami temukan anak tersebut” tegas pria yang juga menyandang jabatan sebagai Kasat Reskrim Polres Lumajang. (Suatman)

LEAVE A REPLY