Dugaan Money Politik,Dilaporkan Bawaslu

0
2

FI.CO,Sumenep – Kejamnya politik bisa menghalalkan segala macam cara, praktik dugaan money politics atau politics uang dalam penyelenggaraan pemilihan umum masih menjadi musuh utama demokrasi.

Semangat gerakan tolak money politics atau politics uang yang kerap disuarakan oleh jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada tahapan kampanye, masa tenang, hingga proses pemungutan dan penghitungan suara seakan menjadi kian tidak berarti tatkala dilemahkan oleh dugaan money poltics atau politics uang yang diduga dilakukan salah satu Calon legestif (Caleg).

Baru-baru ini terkuak dugaan money politics atau politics uang yang diduga dilakukan oleh Team Sukses Calon legeslatif (Caleg) dari Partai Nasdem Dapil I., No Urut I.

Terungkapkanya, dugaan money politics atau politics uang yang diduga dilakukan oleh Team Sukses Calon legeslatif (Caleg) dari Partai Nasdem Dapil I no. Urut I., bermula dari Hernanto mengadu kepada media yang tergabung dalam Team 16., pada hari Kamis 25 April 2019 lalu.

Menurut Hernanto, dugaan money politics atau politics uang yang dilakukan oleh Team Sukses Calon legeslatif (Dapil) I dari Partai Nasdem ini bermula dari pertemuan saudara Budi dengan saudara Tri Ahmad setelah sholat Magrib berjamaah pada  16 April 2019., di Dusun Pesisir Desa Essang., Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep.

“Saudara Budi bercerita sekaligus minta petunjuk kepada Saudara Tri Ahmad bahwa  Saudara Budi baru saja menerima amplop dari Saudara Herman yang berisikan kartu saku salah satu caleg dapil 1 an. AJ (Inisial) dari Partai Nasdem dan uang sebesar  30 ribu,” kata Hernanto, Kamis (25/4/2019).

Dikatakan Hernanto amplop itu didapat dari Saudara Herman yang merupakan titipan dari saudara Sujito alias Saidis yang berasal dari Saudara AJ Caleg Dapil I dari Nasdem untuk di pilihnya sebagai Caleg pada esok hari 17 April 2019.

“Karena merasa kurang pas untuk memberikan solusi terhadap hal tersebut akhirnya Saudara Tri Ahmad mengajak Saudara Budi ke rumah saya (Hernanto) (pelapor),” ujar mantan Ketua Panwas Kecamatan Talango ini.

Kemudian kata Hernanto saya mendokumentasikan (video) pengakuan Saudara Budi di rumahnya di damping Saudara Tri Ahmad. dan Kemudian sekira jam 23. 00 saya mendatangi Sekretariat Panwascam guna melaporkan dan menyerahkan barang bukti kejadian tersebut.

“Namun dalam penanganannya kami merasa kecewa dengan kinerja Panwascam Talango, dimana hingga hari ke 7 laporan tersebut belum juga mendapatkan no register dan minimnya Informasi Perihal perkembangan penanganannya (tidak ada transparansi),” sesal Hernanto.

Lanjut Hernanto, karena minimnya Informasi akhirnya dua hari berturut turut saya mendatangi kantor Bawaslu Sumenep. Dan pada tanggal 25 hari ini Saya mendapatkan undangan klarifikasi dari Bawaslu Kabupaten Sumenep sebagai follow up laporan di Panwascam Talango yang di rasa tidak serius menangani kasus money politik atau politik uang di Kecamatan Talango.

“Terkait dengan dugaan money politics atau politics uang di desa Essang Kecamatan Talango, tadi saya sudah diklarifikasi oleh Bawaslu, dari klarifikasi tersebut saya menjelaskan kronoligisnya bahwa saudara Budi itu kerumah karena merasa ketakutan diberi amplop yang berisi uang yang bertuliskan Budi dengan Kartu saku Calon DPR Kabupaten dari Partai Nasdem atas nama Akis Jasuli sebesar 30 ribu rupiah,” kata Herman menjelaskan.

Ditanya apa saja yang dipertanyakan GAKUMDU..? Menurut Hernanto hanya sebatas klarifikasi.

“Iya itu hanya sebatas klarifikasi karena laporan sudah ke Panwascam dan mengklarifikasi benar dan tidaknya,” pungkasnya.(hartono)

SHARE
Previous articleBalap Sepeda Perempuan di Banyuwangi

LEAVE A REPLY